Pengertian Sanad, Matan, dan Perawi Hadis
Didalam ilmu hadist banyak sekali istilah-istilah yang digunakan oleh ahli hadist. Seperti, Matan, sanad, dll. Dengan tujuan untuk memudahkan pembahasan dan penelitian dalam hadis. Namun banyak dari istilah-istilah tersebut yang terkadang kita lupa atau mungkin kita belum mengetahui. Oleh karena itu, Dibawah ini adalah beberapa pengertian istilah dalam ilmu hadist.
1. Sanad
Sanad menurut bahasa adalah المعتمد yang artinya sesuatu yang dijadikan sandaran, pegangan, pedoman. Sedangkan menurut istilah Sanad Adalah mata rantai para perawi hadist yang menghubungkan sampai kepada matan hadist. Sanad sangatlah penting dikarenakan hadist memiliki 2 unsur penting yang tidak dapat dipisahkan satu dari yang lainnya, yaitu sanad dan matan. Sanad didalam ilmu hadist sangatlah penting. Karena untuk menimbang sahih tidaknya suatu hadist. atau untuk menimbang palsu tidaknya suatu hadist. Karen sejarah perkembangan hadist banyak sekali orang yang tidak bertanggungjawab seenaknya membuat hadist-hadist palsu, dengan tujuan untuk membenarkan dan membela kelompoknya semata. Oleh karena itu, jika terdapat hadist yang tidak memiliki sanad. Maka, dipertanyakan kebenaran hadist tersebut. Atau, Sebuah hadist yang memiliki sanad namun didalam urutan sanad tersebut memiliki kejanggalan. maka, bisa jadi hadist tersebut bukan hadist melainkan hanya perkataan sahabat yang disandarkan kepada nabi.
Dari Sanad keluarlah kata isnad menurut bahasa isnad berasal dari kata أسند يسند إسنادا yang artinya menyandarkan. Sedangkan menurut istilah adalah mengangkat hadis kepada yang mengatakannya. Dari kata sanad timbul juga istilah musnad dan musnid. Musnid adalah orang yang menerangkan hadis, sedangkan musnad memiliki 3 pengertian yaitu :
- Hadis yang diterangkan sanadnya sampai kepada nabi Muhammad.
- Kitab hadis yang pengarangnya mengumpulkan segala hadist yang diriwayatkan oleh seorang sahabat dalam satu bab.
- Hadist yang sandarannya bersambung kepada nabi Muhammad.
2. Lambang Periwayatan
Didalam menyampaikan hadist yang dibawa oleh pembawa hadist menggunakan ungkapan-ungkapan yang menunjukkan bahwa hadist itu didapat dengan bertemu langsung atau tidaknya sang pembawa hadist. Seperti contoh menggunakan lafadh،حدثنا/ حدثني، اخبرنا/اخبرني، dll. Lafadh-Lafadh tersebut memiliki kriteria-kriteria tertentu sebagai berikut:
- Lambang Periwayatan حدثنا/سمعت/حدثني digunakan ketika hadist tersebut didapat oleh murid yang mendengar penyampaian dari seorang guru secara langsung dan menghafalkannya. Hadist yang menggunakan lambang periwayatan ini dikategorikan muttashil ( sambung ). Dikarenakan masing-masing periwayat dalam sanad bertemu langsung dengan gurunya.
- Lambang Periwayatan أخبرنى/أخبرنا digunakan ketika hadis tersebut didapat oleh seorang murid membaca/ menyetorkan bacaan hadistnya ke seorang guru ahli hadist, kemudian murid yang lain juga mendengarkan. Jika, guru mengiyakan maka bacaannya benar. Jika, salah maka diluruskan. Metode seperti ini, biasa digunakan dalam pesantren. Yang biasa dikenal dengan sebutan sorogan. Hadist yang menggunakan lambang periwayatan ini juga dikategorikan muttashil ( sambung ). Dikarenakan antara murid dan guru bertemu secara langsung.
- Lambang periwayatan أنبأنى/أنبأنا digunakan ketika hadist tersebut didapat oleh seorang murid yang mendapatkan izin dari seorang guru untuk meriwayatkannya. Jadi, bukan sembarang murid yang mendapatkan izin tersebut. Hanya murid-murid yang dianggap mampu oleh gurunya.
- Lambang periwayatan قال لى/ذكرنى digunakan ketika hadist tersebut didapat oleh murid yang mendengar bacaan gurunya. Namun, murid tidak dituntut untuk menghafalkan hadist tersebut seperti ketika menggunakan lafadh سمعت/حدثنى yang menuntut murid harus hafal bacaan hadist terebut. Jadi, murid hanya mendengarkan keterangan dari gurunya saja.
- Lambang periwayatan عن hadis yang menggunakan lambang periwayatan tersebut harus memenuhi 2 syarat yaitu periwayat tidak menyimpan cacat dan dimungkinkan bertemu dengan gurunya. Jika, tidak memenuhi kedua syarat tersebut maka, hadist tersebut tidak dihukumi muttashil.
ISTILAH-ISTILAH GELAR KEAHLIAN DALAM BIDANG HADIST
Para ahli hadist ketika mampu mencapai penguasaan yang tinggi dalam bidang hadist baik hafalan sanad maupun matan, akan mendapatkan gelar yang diberikan oleh para ulama hadis. Gelar tersebut sangatlah penting untuk mengukur penguasaan dan kemampuan seorang ahli hadis dalam bidang yang ditekuni. Gelar didalam ilmu hadis sama seperti gelar yang di dapat pada bidang yang lain seperti pada bidang fiqih ada gelae mujtahid dll.
Diantara gelar keahlian dalam bidang hadis adalah sebagai berikut :
- Amir Al-Mu'minin adalah gelar yang diberikan kepada Khalifah Abu Bakar dan setelahnya.
- Al-Hakim adalah gelar yang diberikan kepada ahli hadis yang menguasai seluruh permasalahan hadis, baik matan, sanad biografi perawi hadis, dll. Para ahli hadist yang mendapat gelar tersebut adalah Imam Malik, Imam Syafi'i, dll.
- Al-Hujjah adalah gelar yang diberikan kepada para ahli hadis yang kemampuan hafalanyya dapat dijadikan hujjah. Gelar tersebut juga diberikan kepada ahli hadis yang mampu menghafal 300.000 hadis beserta matan , sanadnya, dan juga mengetahui prihal para prawi seperti keadilan, keadilan kecacatan serta biografinya. Para ahli hadis yang mendapatkan gelar tersebut salah satunya adalah Hisyam Bin Urwah.
- Al-Hafizh adalah gelar yang diberikan kepada ahli hadis uang dapat mensahihkan sanad, matan dan dapat menta'dilkan dan menjarhkan para perawi hadis. Al-Hafizh harus memiliki kapasitas menghafal 100.000 hadis. Ahli hadis yang mendapatkan gelar ini adalah Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Iraq, dll.
- Al-Muhaddits adalah gelar yang diberikan kepada ahli hadis yang mengetahui segala permasalahan hadis baik segi sanad, ilat-ilat, nama perawi, hafal sejumlah besar hadis, dan mempelajari kitab induk. Ahli hadis yang mendapatkan gelar tersebut salah satunya adalah Al-Murtadha ( penyusun kitab syarah ihya' Ulumuddin).
- Al-Musnid adalah gelar yang diberikan kepada yang meriwayatkan hadis beserta sanadnya walaupun tidak memiliki pengetahuan tenang keadaan sanad hadis. Jadi, Al-Musnid dapat diartikan orang yang mengajar hadis.
- Thalib Al-Hadis adalah gelar yang diberikan kepada orang yang mempelajari hadis.
ISTILAH YANG BERKAITAN DENGAN GENERASI PERAWI
- Thabaqat artinya kaum yang serupa. menurut istilah adalah kelompok beberapa orang yang hidup dalam satu generasi dan dalam periwayatan atau isnad yang sama. Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani thabaqat terbagi menjadi 12 yaitu;
- Sahabat dengan berbagai tingkatannya
- Tabi'in senior
- Tabi'in pertengahan
- Tabi'in dekat pertengahan
- Tabi'in junior
- Hadir bersama tabi'in junior namun tidak bertemu dengan sahabat.
- Tabi' tabi'in senior
- Tabi' tabi'in pertengahan
- Tabi' tabi'in junior
- Murid tabi' tabi'in senior
- Murid tabi' tabi'in pertengahan
- Murid tabi' tabi'in junior
- Sahabat adalah orang yang bertemu dengan nabi Muhammad dalam keadaan beragama islam dan mati dalam keadaan islam. Diantara sahabat yang banyak memberikan fatwa adalah ibnu abbas dan 6 sahabat senior yaitu Umar, Ali, Ubay bin kaab, Zaid bin Tsabit, Abu Darda', dan ibnu Mas'ud. Keseluruhan sahabat nabi dianggap adil dalam periwayatan hadis oleh mayoritas ulama.
- Tabi'in artinya orang yang mengikuti, sedangkan menurut istilah adalah orang muslim yang bertemu dengan sahabat dan mati dalam keadaan islam. para ulama sepakat akhir dari tabi'in adalah 150 H, dan akhir dari tabi' tabi'in pada tahun 220 H.
DONASI VIA DANA
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts
Newer Posts
Older Posts
Older Posts
Admin
Comments