Ketika Majusi Dibuka Hatinya Oleh Allah | Kisah Orang Majusi Masuk Islam

Pada zaman Malik Bin Dinar ada 2 orang pemuda majusi (orang yang menyembah matahari), mereka bersaudara dan sudah berkeluarga. 

Ketika Majusi Dibuka Hatinya Oleh Allah | Kisah Orang Majusi Masuk Islam

Pemuda 2 : "Kamu sudah menyembah matahari selama 70 tahun, sedangkan aku sudah menyembah 35 tahun. Bagaimana jika kita mencoba untuk mengetes apakah api yang kita sembah ini akan membakar kita sama seperti api ini membakar mereka yang tidak menyembahnya. Jika api ini membakar kita maka, kita berhenti untuk menyembahnya dan mencari tuhan yang lain."
Pemuda 1: " iya." 
Akhirnya mereka menyiapkan api tersebut, setelah sudah siap semuanya. 
Pemuda 2 : " Kamu yang duluan apa aku yang duluan untuk mencobanya."
Pemuda 1: " kamu aja  yang duluan. "
Pemuda 2: " iya . " Ketika dirinya mulai meletakkan tangannya kedalam api. Maka, dengan cepat api tersebut membakar tangannya. Kemudian Pemuda tersebut berkata : "Aku sudah menyembah kamu ( api ) 35 tahun lamanya. Namun engkau perlakukan aku sama seperti mereka yang tidak menyembahmu. " 
Mengetahui tangan adiknya terbakar oleh api maka, Pemuda 1 tidak mau untuk mencoba meletakkan tangannya kedalam api tersebut. 
Pemuda 2 : " Bagaiman jika kita mencari tuhan yang lain. yang mau memaafkan seluruh dosa-dosa kita yang telah lalu."
Pemuda 1 : " iya" mereka pun berangkat untuk mencari tuhan baru. Mereka bersepakat untuk menemui Malik bin Dinar yang terkenal sebagai ulama dinegaranya. 
Akhirnya mereka sampai di tempat malik bin dinar yang pada saat itu beliaunya sedang berada didalam majelis ta'lim. Tiba-tiba pemuda 1 mengurungkan niatnya untuk meninggalkan menyembah api tersebut. 
Pemuda 1:" aku tidak akan pernah meninggalkan untuk menyembah api. Karena aku takut dimarahi oleh keluarga saat kita kembali ke rumah nanti." 
Pemuda 2 :" jangan begitu, kitakan sudah tau bahwa sejatinya api itu walau kita sembah atau tidak api itu tetap membakar. Lagian jika kita dimarahi oleh keluarga karena kita meninggalkan untuk menyembah api mungkin hanya sebentar. "
Pemuda 1:" Celaka kamu, terserah kamulah mau bagaimana, yang terpenting aku tidak mau meninggalkan untuk menyembah api dan sekarang aku mau kembali kerumah. "Akhirnya pemuda 1 tersebut kembali kerumahnya. sedangkan pemuda 2 tetap bersih kukuh untuk mendatangi Malik bin Dinar. 

Setelah menunggu lama akhirnya majelisnya malik bin dinar selesai. Kemudian dirinya beserta keluarganya menemui malik bin dinar dan menceritakan maksud dan tujuannya mendatangi malik bin dinar. 
Malik bin dinar : " jika memang alasan kalian masuk islam karena hal tersebut. Maka, kalian aku terima." Setelah itu malik bin dinarpun mengajarinya mengenai seluruh ajaran islam. Mulai dari syahadat sholat dan seterusnya. 

Setelah dirasa cukup dirinya dan keluarganya pamit untuk pulang. Namun, dicegah oleh malik bin dinar :"jangan pulang dulu teman-teman aku ingin bertemu kalian dan ingin memberi hadiah kepada kalian." 

Pemuda :" mohon maaf, kami datang kesini tujuannya ingin belajar mengenai islam dan sudah selesai. Bukan untuk mengharapkan hadiah. Kami sudah sangat berterima kasih sudah di ajari mengenai islam seluruhnya. Jadi, Perbolehkan kami untuk kembali pulang."
Malik bin dinar :" ya sudah kalau begitu." Akhirnya pemuda tersebut pulang bersama keluarganya. Diperjalanan pemuda tersebut berdiaskusi dengan istrinya. 
Istrinya :" Dimana kita akan tinggal ?, apakah kita akan kembali kerumah. Jika kita kembali kerumah bisa jadi kita akan dimarahi habis-habisan oleh keluarga kita."
Mendengar hal tersebut, Pemuda tersebutpun mengajak istrinya untuk mencari tempat tinggal setelah berjalan agak lama merekapun akhirnya mendapati rumah untuk tempat tinggal mereka kedepannya. 

Pagi harinya pemuda tersebut pamitan kepada istrinya untuk mencari pekerjaan di pasar dan upahnya dibelikan untuk makanan anak dan istrinya. Pemuda tersebut pun pergi kepasar dan mencari pekerjaan untuk menghasilkan upah dan membelikan keluarganya makanan. Setelah  lama mencari namun tidak ada yang mau memperkerjakan pemuda tersebut akhirnya pemuda tersebut berkata :" jika memang tidak ada orang yang mau memperkerjakan diriku lebih baik aku bekerja untuk tuhan saja." pemuda itupun mencari tempat ibadah dan melakukan ibadah sampai petang. Karena malu jika, dirinya langsung pulang, sedangkan dirinya belum mendapatkan pekerjaan dan makanan untuk anak dan istrinya. 

Setelah petang pemuda tersebut pun pulang dengan tangan hampa. Ternyata didepan pintu sudah ditunggu oleh istrinya. 

Istri pemuda :" bagamana mas sudah mendapakan pekerjaan ?"
Pemuda :" sudah, saya bekerja pada seorang raja. Karena, aku masih awal bekerja jadi upahnya mungkin besok."

Pagi harinya pemuda tersebut pamit kepada istrinya untuk bekerja. Pemuda itu pun pergi ke pasar untuk mencari orang yang mau memperkerjakan dirinya. Namun, setelah lama mencari  pemuda tersebut tidak juga mendapatkan orang yang membutuhkan jasanya. Pemuda tersebut berkata :" Jika memang tidak ada orang yang mau memperkerjakan diriku lebih baik aku bekerja untuk tuhan saja." pemuda itupun mencari tempat ibadah dan melakukan ibadah sampai petang. Karena malu jika, dirinya langsung pulang, sedangkan dirinya belum mendapatkan pekerjaan dan makanan untuk anak dan istrinya. 

Setelah petang pemuda tersebutpun pulang. Seperti biasa istrinya menunggu didepan pintu. 
Istri pemuda :" mas seharian ini kami menunggu mas datang. dengan harapan mas membawa sesuap makana untuk menghilangkan lapar kita. bagaimana mas sudah mendapatkan upahnya."
Pemuda :" maaf, kata raja besok janji upahnya akan di berikan. Sabar yah."

Pagi harinya 
Istri pemuda :" mas kita 2 hari belum makan, mas segera ambil upahnya karena kita sudah kelaparan. aku kasian sama anak kita yang juga belum makan selama 2 hari. "
Pemuda :" iya, mas akan meminta upah kepada raja nanti." Pemuda tersebut pun bergegas untuk kembali ke pasar dan mencari pekerjaan. Namun malangnya pemuda tersebut mendapati hal yang sama dengan hari-hari yang lalu. Akhirnya dirinya memutuskan untuk melakukan hal yang sama seperti hari-hari kemarin. Setelah melakukan ibadah pemuda tersebut mengangkat kedua tangannya kelangit seraya berkata :" Ya Allah, engkau mulyakan diriku dengan agamamu. Maka turunkanlah rahmatmu kepadaku. Karena, aku malu kepada istri dan anak ku. Mereka harus merasakan hal yang sama karena mengikuti diriku untuk masuk agamamu. Aku takut jika aku pulang nanti tidak membawa makanan, mereka akan menyalahkan agamamu. Karena tidak percaya dengan dirimu wahai tuhanku. Maka demi kemulyaanmu ya Allah berilah aku rahmatmu." 

Disisi lain rumahnya tiba-tiba ada yang mengetuk. Istrinya bergegas membuka pintu dan melihat ada seorang pemuda yang tampan sembari membawa sebuah bejana yang terbuat dari emas yang ditutupi dengan kain yang dilapisi emas juga. 

Pemuda Tampan :" ini adalah upah dari raja untuk suamimu yang sudah bekerja 2 hari yang lalu. Bilang ke suamimu jika bekerjanya lebih giat lagi maka upahnya akan ditambah oleh raja. " 

Istrinyapun menerimanya dan pemuda tampan itu pergi. Kemudian istrinya membuka bejana tersebut dan melihat ada 1000 keping dinar. Istrinya mengambil satu dinar untuk ditukarkan menjadi dirham karena alat transaksi di daerah tersebut waktu itu adalah dirham. Iapun mencari-cari tukang tukar dinar. Akhirnya istrinya menemukan tukang tersebut dan menukarkan dinar tersebut. tukang tersebut menimbang berat dinar tersebut ternyata ada yang janggal. Tukang tersebut memutuskan untuk melihat ukiran yang ada pada dinar tersebut. Kemudian tukang tersebut bertanya kepada istri pemuda itu. 

Tukang :"darimana kamu mendapatkan dinar ini. dinar ini adalah dinar yang jarang orang punya, karena sulit untuk mendapatkannya. "
Istri pemuda itu menceritakan tentang kisahnya. Setelah mendengar kisah dari istri pemuda itu, tukang itu memutuskan untuk masuk islam yang sebelumnya adalah beragama majusi. Dan memberikan 1000 dirham sebagai ganti 1 dinar itu. Istri  pemuda itu membelanjakan seluruhnya untuk kebutuhan keluarganya dan menyiapkan makanan untuk menyambut kedatangan suaminya. 

Setelah petang pemuda tersebut bingung karena belum mendapatkan sepeser uang untuk membeli sesuap nasi. sembari berjalan pulang dirinya memikirkan apa alasan yang tepat untuk istrinya. pemuda tersebut mengambil kantong kain dan mengisinya dengan pasir. Dalam hatinya dia berkata " jika nanti aku ditanya mana upahnya? maka aku akan menjawab ini satu kantong tepung." Pemuda itu pun meneruskan perjalanannya pulang karena sudah sedikit lega karena sudah memiliki alasan yang tepat untuk istrinya. 

Sesampainya dirumah pemuda tersebut terheran biasanya istrinya menunggunya didepan pintu namun pada hari ini dirinya tidak mendapati istrinya berada di depan pintu. Pemuda itu segera masuk kedalam rumah dan terheran dengan keadaan yang ada di dalam rumahnya. Makanan sudah siap dan beberpa perabotan tiba-tiba ada padahal sebelumnya tidak ada. 

Pemuda :"darimana semua ini" ia bertanya kepada istrinya. Istri pemuda itu menceritakan apa yang dia dapatkan selama suaminya sedang bekerja. dan menyampaikan amanah dari seorang pemuda tampan tersebut untuk mengatakan kepada suaminya mengenai pekerjaannya. Mendengar hal itu pemuda itu sujud syukur kepada allah karena telah memberikan rahmatnya kepada keluarganya.
Setelah itu Istrinya bertanya tentang kantong yang dibawa suaminya. 
Istri :"mas apa yang kamu bawa ?"
Pemuda :" bukan apa-apa kok ? " sembari bergegas untuk membuangnya, karena tau isinya adalah pasir. Namun ketika akan dibuang pemuda itu melihat isinya ternyata tepung sungguhan yang telah dirubah dengan izin Allah SWT. Pemuda itupun kembali bersujud syukur atas karunia Allah yang maha pemurah kepadanya. 

Akhirnya pemuda tersebut hari-harinya bekerja kepada tuhan dan keluarganya mendapati hal yang sama seperti hari-hari yang telah lalu sampai akhit hayatnya. 

والله أعلم
DONASI VIA DANA Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts

Comments

Post a Comment