Kisah Seorang Budak Sahaya yang Diberi Allah Karomah | Mampu Menurunkan Hujan Seketika

Kisah ini berasal dari Abdullah bin Mubarok. Abdullah bin mubarok berkata : " Suwaktu aku berada di kota makkah aku menemui masa dimana makkah dalam keadaan kemarau yang panjang, dimana semua orang waktu itu terus menerus meminta hujan kepada tuhan dengan melakukan sholat istisqo'. 

Namun hujan belum juga turun sampai hari jumat. Kemudian pada hari jumat berikutnya aku melihat seorang pemuda hitam yang kurus yang melakukan sholat 2 roakaat. Kemudian, setelah itu pemuda tersebut bersujud dan bedoa " Ya Tuhan, demi kemulyaan engkau, hamba tidak akan mengangkat kepala hamba sehingga engkau menyirami hamba." 

Karomah


Setelah dirinya mengucapkan doa tersebut tiba-tiba berkumpullah awan sehingga hujanpun membasahi tubuh pemuda tersebut. Namun, hujan tersebut hanya turun diatas tubuh beliau. Sontak, aku terheran-heran dengan pemandangan tersebut. Aku pun memutuskan untuk mengikuti pemuda tersebut. 

Setelah mengetahui dirinya telah basah karena hujan pemuda tersebutpun mengangkat kepalanya dan pergi. Akupun mengikuti pemuda tersebut. Setelah lama mengikuti, aku mengetahui bahwa dirinya pergi ketempat jual beli budak. Sadar kalau ternyata dirinya adalah seorang budak akupun kembali kerumah dan memutuskan untuk membeli budak tersebut esok hari. 

Esok harinya aku langsung menuju ke tempat jual beli budak sembari membawa beberapa dinar untuk membeli budak tersebut. Akupun bertemu dengan penjualnya dan terjadilah perbincangan dengan penjual tersebut. 

Aku :" Aku sedang mencari budak, bolehkah saya melihat- lihat budak yang anda miliki."

Penjula :" ya, silahkan." Penjual tersebutpun memperlihatkan budak-budaknya kepadaku. Setelah lama melihat-lihat budak tersebut, aku masih belum menemukan budak yang kemarin aku temui.

Aku :" Apakah hanya ini yang kamu miliki wahai penjual budak ?"

Penjual :" iya, ini adalah budak-budak terbaik yang aku miliki. Namun masih ada budak yang lain yang tidak aku sarankan untuk anda karena memang terlihat kurang kuat/lemah dalam bekerja."

Aku :" iya, aku ingin melihat budak tersebut. "

Setelah menunggu, penjual tersebut memperlihatkan budak yang lemah itu. Akupun langsung menawar budal lemah tersebut, karena budak tersebut adalah budak yang aku temui kemarin.

Aku :"Kamu jual berapa budak ini ?"

Penjual :" Aku jual 20 dinar tapi untuk anda aku jual 15 dinar saja."

Aku :" Oh tidak, malah sebaliknya aku akan menambah harganya menjadi 27 dinar. "

Akhirnya penjual tersebut sepakat dengan harga 27 dinar. Akupun membawa budak tersebut dan kembali kerumah. Di tengah perjalanan budak tersebut bertanya.

Budak :" Wahai tuanku, kenapa anda membeli saya padahal anda tau kalau saya ini budak yang lemah dan tidak mampu melayani tuan."

Aku :" aku membeli anda bukan untuk melayani aku, melainkan sebaliknya akulah yang akan melayani anda."

Budak :" Kenapa bisa begitu tuan ? apa alasanya?. "

Aku :" Kemarin aku melihat anda berdoa kepada Allah dan doa anda langsung dikabulkan oleh Allah. Aku mengetahui karomah tersebut dengan kedua mata aku."

Budak :"Apakan anda benar-benar melihatnya."

Aku :" iya." 

Setelah itu tiba-tiba aku mendengar hawatif ( suara tanpa rupa ) yang berkata :" ya ibnu Mubarok berbahagialah karena allah telah mengampuni semua dosamu. " Dan aku melihat budak tersebut menyempurnakan wudhunya dan bergegas melakukan sholat. 

Setelah itu budak tersebut mengangkat kedua tangannya sambil mengatakan " Alhamdulillah, aku telah di merdekakan oleh tuanku yang kecil. Bagaimana jadinya jika aku dimerdekakan oleh tuanku yang maha besar." 

Kemudian budak tersebut pergi untuk menyempurnakan wudhunya kembali dan melakukan sholat 2 rakaat. Setelah itu budak tersebut mengangkat tangannya kembali sembari mengucapkan " ya tuhan, aku telah beribadah kepadamu 30 tahun dan diantara kita telah terikat janji dimana engkau tidak akan membuka karomah yang telah engkau berikan kepadaku. Namun saat ini engkau telah membukanya maka ambillah nyawaku ini ya tuhan."

Seketika itu budak tersebut terjatuh dan meninggal. Akupun merawat jenazahnya. dengan mengkafani seadanya karena memang saat itu aku sendirian dan tidak aku temukan kain kafan yang layak. kemudian akupun mensholati dan mengkuburkannya. Setelah selesai semuanya akupun pulang.

Disaat aku tidur aku bermimpi bertemu dengan dua orang laki-laki yang sangat tampan. Salah satunya mengatakan " ya ibnu Mubarok, apakah kamu tidak malu kepada Allah?."

Aku :" Siapa anda ?"  

Laki-laki :" Aku Muhammad saw. dan disampingku ini adalah abi ibrahim." Akupun teringat bahwa abi ibrahim itu adalah budak yang telah meninggal tadi. Setelah itu beliau melanjutkan perkataanya " Apakah kamu tidak malu kepada Allah. Kamu melihat kekasihnya meninggal dunia namun engkau mengkafaninya dengan kain kafan yang tidak layak." Aku pun terkaget dan terbangun dari tidurku. Kemudian aku bergegas untuk kembali kemakam budak tersebut dan mengganti kain kafannya dengan kain kafan terbaik. Setelah itu aku mensholatinya kembali dan menguburkannya. 

Wallahu A'lam Bis Showab

DONASI VIA DANA Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Older Posts Older Posts

More posts

Comments

Post a Comment