Perkembangan Islam Pada Masa Nabi Muhammad
Sebelum datangnya islam bangsa arab kebanyakan menyembah berhala, terutama yang berada di sekitar ka'bah. Namun ada juga yang menyembah agama nasrani dan yahudi. Kebiasaan orang arab sebelum datangnya islam sangat memprihatinkan, seperti mengubur hidup-hidup jika melahirkan seorang anak perempuan, suka berperang, suka bermaksiat dan bermabukan. Orang arab sangat menghargai sebuah sastra, bagi mereka yang memiliki syair bagus maka akan diberi hadiah dan mendapat gelar bagi sukunya serta syairnya digantung di ka'bah. Namun dibalik itu semua, bangsa arab memiliki sisi baik. Seperti, setia kepada kawan, selalu menepati janji, suka melindungi mereka yang lemah dari kaum mereka dan suka bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah.
Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal atau 20 April 571M. Ketika itu raja Abrahah dengan pasukan gajanya ingin sekali untuk menghancurkan ka'bah, Namun gagal berkat pertolongan Allah SWT. karena peristiwa itu maka kelahiran beliau dinamakan tahun gajah. Beliau sudah yatim piatu ketika berumur 8 tahun. Beliau diasuh kakek ( abdul mutholib ) dan pamannya (abu tholib). Pada umur 12, Nabi Muhammad sudah mengenal perdagangan. Sebab, beliau sering diajak pamannya untuk pergi berdagang di negri syam. Sehingga pada saat dewasa beliau ingin berusaha berdagang dengan membawa barang dagangannya Siti Khodijah. Seorang saudagar kaya raya yang pada akhirnya menjadi istri beliau.
Nabi Muhammad saw. mendapat wahyu pertama di gua hiro', yang berupa surah Al-'Alaq ayat 1-5. Dengan wahyu pertama ini beliau telah diangkat menjadi seorang nabi. Pada saat itu beliau belum diperintahkan untuk menyiarkan agama islam. Namun setelah turun wahyu yang ke-2 surah Al-Muddatstsir ayat 1-7, Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul yang harus berdakwah. Dakwah Nabi Muhammad dibagi atas 2:
- Berdakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun. Nabi Muhammad memulai dari keluarganya sendiri, seperti istrinya khodijah, abu bakar sahabatnya, dan banyak juga yang masuk islam perantara abu bakar dan dikenal dengan sebutan assabiqunal awwalun ( orang-orang yang lebih dahulu masuk islam. Mereka Adalah;
- Utsman bin Affan
- Zubair bin Awwam
- Sa'ad bin Abi Waqqash
- Abdur Rahman bin Auf
- Thalhah bin Ubaidillah
- Abu Ubaidah bin Jarrah
- Al-Arqam bin Abil Arqam
- Berdakwah secara terang-terangan, itu dilakukan setelah beliau mendapatkan wahyu surah Al-Hijr ayat 94 :
"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik."
( QS. Al-Hijr : 94 )
Namun dakwah yang dilakukan beliau tidaklah mudah karena mendapatkan tekanan dan tantangan dari kaum kafir quraisy. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor:
- Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dengan kekuasaan. Mereka mengira bahwa tunduk kepada Nabi Muhammad berarti tunduk kepada Bani Hasyim.
- Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara seorang bangsawan dengan hamba sahaya
- Orang Quraisy tidak percaya dengan adanya hari kebangkitan atau alam akhirat.
- Orang Quraisy sangat memegang erat agama nenek moyang mereka.
- Pembuat patung dan penjualnya melihat agama islam sebagai penghalang rezeki mereka
Banyak sekali cara yang dilakukan Orang Quraisy untuk menghalangi Nabi Muhammad berdakwah, Baik secara baik-baik maupun kekerasan fisik. Namun, semua yang dilakukan oleh orang Quraisy selalu gagal. Puncaknya orang Quraisy melakukan pemboikotan kepada bani Hasyim yang merupakan tempat Nabi Muhammad berlindung. Pemboikotan tersebut menjadikan umat islam benar-benar lemah. Pemboikotan tersebut berhenti setelah mereka sadar tentang apa yang telah mereka lakukan sudah keterlaluan.
Tekanan orang kafir semakin hari semakin keras terhadap dakwah Nabi Muhammad. Orang Quraisy juga menyakiti bagi mereka-mereka yang masuk agama islam. Mengetahui hal tersebut Rasulullah memerintahkan untuk berhijrah ke Habsyiah. Maka kaum muslimin berangkat hijrah ke habasyiah, dengan membawa 10 sahabat dan 5 perempuan, dan kembali setelah 3 bulan. Kemudian hijrah kembali ke Habasyiah pada tahun ke 7 kenabian. Dengan membawa 33 orang laki-laki dan 11 perempuan.
Orang kafir semakin menjadi setelah mengetahui telah meninggalnya 2 orang yang selalu melindungi beliau yaitu paman dan istri beliau. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun ke-10 kenabian. Tahun tersebut kita kenal dengan sebutan 'Amul Khuzni. Karena di makkah dakwah Nabi Muhammad mendapat tekanan dan rintangan, maka Nabi Muhammad memutuskan untuk berdakwah keluar makkah. Namun, di thaif beliau dicaci dan dilempari batu sampai beliau terluka. Itu semua menjadikan beliau putus asa, sehingga untuk menguatkan hati beliau, Allah mengutus dan mengisro' mi'rojkan beliau pada tahun ke-11 kenabian.
Orang kafir semakin menjadi setelah mengetahui telah meninggalnya 2 orang yang selalu melindungi beliau yaitu paman dan istri beliau. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun ke-10 kenabian. Tahun tersebut kita kenal dengan sebutan 'Amul Khuzni. Karena di makkah dakwah Nabi Muhammad mendapat tekanan dan rintangan, maka Nabi Muhammad memutuskan untuk berdakwah keluar makkah. Namun, di thaif beliau dicaci dan dilempari batu sampai beliau terluka. Itu semua menjadikan beliau putus asa, sehingga untuk menguatkan hati beliau, Allah mengutus dan mengisro' mi'rojkan beliau pada tahun ke-11 kenabian.
Setelah peristiwa isra' Mi'raj, kemajuan dakwah islam mengalami perkembangan yang besar. Yaitu, dengan datangnya sejumlah penduduk Yatsrib untuk berhaji ke mekkah. Kemudian Nabi Muhammad mengajak mereka untuk masuk islam dan membantunya berdakwah. Mereka pun beriman kepada Nabi Muhammad dan menyiarkan islam di yatsrib.
Pada tahun ke 12 kenabian datanglah 12 orang yatsrib ( 10 orang dari Aus dan 2 orang dari khazraj ) untuk melakukan sumpah setia kepada nabi. Mereka berkumpul dengan Rasulullah di dekat 'Aqobah pertama. Setelah melakukan sumpah setia, mereka kembali ke yatsrib dan meyiarkan agama islam disana. Pada tahun ke 13 kenabian datang lagi kepada Rasulullah 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan untuk melakukan sumpah setia yang bertempat di aqobah. Setelah itu mereka kembali dengan menyiarkan islam dengan lebih bersemangat.
Akhirnya Nabi Muhammad memutuskan untuk hijrah ke Yatsrib setelah mengetahui bahwa orang Quraisy sepakat untuk membunuhnya. Nabi Muhammad ditemani oleh kurang lebih 150 kaum muslimin. Dan ketika sampai disana, Nabi Muhammad disambut dengan meriah oleh orang yatsrib (madinah).
Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa penyebaran islam di makkah mengalami rasulullah mengalami banyak kesulitan. Akhirnya rasulullah memutuskan untuk hijrah ke madinah. Karena penduduk madinah menerima dengan senang hati ajakan rasulullah untuk masuk agama islam. Sesampainya di madinah maka rasulullah memulainya dengan meletakkan dasar-dasar islam kepada penduduk madinah.
- Membangun Masjid, tujuan rasulullah membangun masjid adalah mempersatukan umat islam dalam satu majelis. Sehingga, dimajelis ini umat islam bisamelaksanakan shalat jama'ah bersama-sama, mengadili perkara, dan bermusyawarah.
- Mempersatukan dan Mempersaudarakan Kaum Anshor dengan Kaum Muhajirin.
- Membuat Perjanjian Saling Membantu Antara Sesama Kaum Muslimin dan Bukan Muslimin.
- Meletakkan Dasar-Dasar Politik, Ekonomi, dan Sosial Untuk Masyarakat Baru.
Pada tahun pertama hijriyah kaum Muslimin diperbolehkan untuk berperang melawan orang kafir. Jika kita melihat mundur kebelakang hampir tidak ada perlawanan dari kaum muslimin kepada orang kafir atas perbuatannya. Namun setelah mengalami banyak tekanan dari kaum kafir akhirnya turunlah ayat yang memperbolehkan untuk berperang melawan orang-orang kafir yang artinya.
Telah diizinkan berperang bagi orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiyaya dan sesungguhnya allah maha kuasa menolong mereka, yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, kecuali mereka berkata "tuhan kami hanyalah allah" sekiranya Allah tiada menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah ibadah orang yahudi dan masjid-masjid didalamnya banyak disebut nama Allah. Dan Sesungguhnya Allah pasti menolong agamanya. Bahwasannya Allah maha kuasa lagi maha perkasa. ( QS. Al-Hajj: 39-40 )
Peperangan Pada Masa Nabi Muhammad
Peperangan yang terjadi pada masa nabi Muhammad terbagi menjadi 2 bagian:
- Ghazwah, yaitu perang yang dipimpin Nabi Muhammad saw. Perang yang diikuti oleh Nabi Muhammad berjumlah 47. Berikut beberapa perang ghazwah atau perang yang diikuti nabi Muhammad
- Perang Badar ( 17 Ramadhan 2 H ), perang yang terjadi di lembah badar yang di sebabkan oleh perampasan dan pengusiran harta kaum muslimin yang dilakukan oleh orang kafir Qurays.
- Perang Uhud ( 3 Hijriyah ), perang yang terjadi di bukit Uhud. Perang uhud terjadi disebabkan kekalahan kaum kafir pada saat perang badar. Pada perang tersebut umat islam mengalami kekalahan yang disebabkan oleh tidak patuhnya para pemanah terhadap perintah nabi muhammad untuk tetap siaga di bukit. Didalam perang ini Paman Nabi yang bernama Hamzah Terbunuh. Dan Keadaan Rasulullah Waktu itu benar-benar dalam keadaan luka yang parah
- Perang Khandaq ( 5 Hijriyah ), perang yang terjadi di sekitar utara madinah. Perang khandaq terjadi disebabkan oleh ketidak sukaan kabilah arab dan yahudi kepada Nabi Muhammad. Usulan untuk membuat Parit atau Khandaq di dapatkan dari Sahabat nabi yang bernama Salman Al-Farisi yang sangat memanhami tentang strategi dalam peperangan.
- Perang Mu'tah ( 8 Hijriyah ), perang yang terjadi di desa mutah. Perang ini terjadi karena raja Hirah menolak ajakan Nabi Muhammad untuk masuk islam.
- Sariyah, yaitu perang yang tidak di ikuti atau dipimpin oleh Nabi Muhammad. Melainkan dipimpin oleh para sahabat nabi atas perintah beliau. Perang yang tidak di ikuti Rasulullah berjumlah 27. Berikut perang yang tidak diikuti oleh nabi muhammad.
- Perang Sariyah Bani Asad ( 4H ), yaitu perang yang terjadi digunung asad, disebelah timur madinah. Perang tersebut disebabkan oleh keinginan kaum asad untuk menyerang madinah. Maka, rasulullah mengutus kaum muslimin untuk menghadang kaum asad agar tidak sampai ke madinah.
- Perang Sariyah Qirdah ( 3 H ), yaitu perang yang terjadi di sumur qirdah, suatu tempat di arab saudi. Perang tersebut bertujuan untuk menghadang kafilah Qurays makkah.
Misi Dakwah Nabi Muhammad
Dalam menyampaikan misi-misi dakwah, nabi muhammad menggunakan strategi yang sangat tepat. Nabi mengutus sahabat yang ahli dibidang strategi politik dan berdiskusi menyampaikan misi dakwh tersebut. Diantara sahabat nabi yang di utus dakwah tersebut adalah.
- Ali bin Abi Thalib diutus untuk berdakwah ke yaman.
- Amr bin Ash, diutus kepada Raja Uman di Teluk Persia
- Muadz bin Jabal, diutus kedaerah yaman lainnya untuk berdakwah disana.
Demikian misi-misi dakwa nabi Muhammad dalam menyampaikan ajaran islam keberbagai negara atau bangsa-bangsa di sekitar jazirah arab. Dengan begitu agama islam telah diperkenalkan oleh beliau kepada para pembesar-pembesar dari negara-negara yang berada di sekitar jazirah arab. Apa yang telah dilakukan oleh nabi Muhammad sangat berpengaruh besar untuk penyebaran islam pada masa mendatang.
Pada tahun 10 H (631M) Nabi Muhammad beserta rombongan yang besar melaksanakan ibadah haji, dan inilah haji yang terakhir bagi beliau, yang kita kenal dengan sebutan haji wada' ( perpisahan ). Pada saat itu juga turunlah wahyu terakhir yang berbunyi.
Pada hari ini aku sempurnakan agamamu, dan aku cukupkan nikmatku bagimu, dan aku relakan islam sebagai agamamu. (QS. Al-Maidah : 3)
Dalam kesemptan itu Nabi Muhammad menyampaikan khutbahnya yang sangat bersejarah, yang isinya merupakan prinsip-prinsip yang mendasari islam, dan yang paling penting adalah bahwa ummat islam harus selalu berpegang pada 2 sumber, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah. Apabila prinsip-prinsip tersebut disimpulkan adalah kemanusiaan, persamaan, keadilan sosial, keadilan ekonomi, kebajikan, solidaritas.
Setelah itu Rasulullah mulai sakit panas. Istri-istri Rasulullah meminta izin untuk merawatnya di rumah Aisyah, dan Rasulullah mengizinkannya. Tatkala sakitnya semakin keras Rasulullah bersabda "suruhlah Abu Bakar untuk memimpin manusia melakukan shalat." Rasulullah meninggal pada saat Dhuha pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah (8 juni 632 M). Pada saat rasulullah wafat beliau berusia 63 tahun.
DONASI VIA DANA
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts
Newer Posts
Older Posts
Older Posts
Admin
Comments