Tata Cara Sholat Bagi Yang Tidak Mampu Berdiri
Salah satu rukun sholat adalah berdiri, bahkan rukun
ini di anggap paling utama di antara rukun sholat yang lain. Oleh karena itu
sholat tidak sah kecuali di lakukan dengan berdiri bila sholat itu fardlu.
Namun kewajiban berdiri ini hanya di peruntukkan bagi
yang mampu berdiri, sedangkan yang tak mampu berdiri, sholatnya di lakukan
dengan duduk, jika tidak mampu maka dengan tidur miring, jika tidak mampu maka
dengan tidur terlentang, jika tidak mampu tidur terlentang maka dengan isyaroh
kedipan mata dan jika tidak mampu juga maka semua rukun-rukun sholat dilakukan
dalam hati, dan adanya kewajiban sholat tidak gugur selama akal seseorang masih
normal, meskipun fisiknya tidak mampu atau bahkan sebagian tidak berfungsi.
Kewajiban ini harus tetap di lakukan meskipun
seseorang tidak mampu ruku’ atau sujud secara sempurna dalam keadan berdiri.
Dan bila tidak mampu ruku’ dan sujud secara sempurna maka di lakukan dengan
membungkukkan badan semampunya. Bila tidak mampu maka dengan leher dan
kepalanya, bila tidak mampu juga, maka isyaroh dengan kedipan matanya.
Pengertian mampu di sini adalah kemampuan seseorang
melakukan berdiri tanpa mengalami kesulitan yang berat ia rasakan, atau yang
tidak mengganggu konsentrasi (khusu’) atau bahkan menghilangkannya.
Jika seseorang mampu melaksanakan semua rukun sholat
dalam keadaan berdiri tanpa berjama’ah, sementara jika berjama’ah ada sebagian
rukun sholat yang harus di lakukan dengan duduk, maka yang lebih baik adalah dengan sholat sendiri
tanpa berjama’ah.
Jika seseorang mengalami beser kencing (kencing keluar
terus menerus) saat sholat di laksanakan dengan berdiri, namun jika di lakukan
dengan duduk, kencing berhenti maka menurut Imam Haramain yang lebih
kuat (Ashoh), sholat di lakukan dengan duduk.
Sholat dengan duduk
Bila sholat dilakukan dengan duduk, maka boleh di
lakukan dengan berbagai posisi duduk, namun di lakukan dengan cara duduk
Iftirosy (seperti duduk tahiyat awal) adalah lebih baik, untuk rukun-rukun sholat
yang lain di lakukan seperti orang yang sehat, termasuk ruku’ dan sujudnya,
hanya saja bila tidak mampu ruku’ secara sempurna, maka ruku’ di lakukan dengan
keadaan duduk dengan cara membungkukkan kepala sekira kening sejajar dengan
kedua lututnya atau sejajar dengan tempat sujutnya, dan hal ini lebih utama.
Sedangkan untuk sujudnya di lakukan dengan sempurna. Dan bila keduanya tidak
bisa di lakukan, maka di lakukan dengan membungkukkan kepala sekira posisi
kepala saat sujud lebih ke bawah di bandingkan saat ruku’.
Sholat dengan tidur miring
Saat sholat di lakukan dengan tidur miring, maka sunah
memakai sisi lambung sebelah kanan, sehingga posisi kepala berada di utara.
Seperti halnya sholat dengan posisi duduk, sholat dengan posisi ini juga harus
melakukan rukun-rukun sholat yang lain seperti orang sehat. Dan untuk ruku’ dan
sujudnya bila tidak bisa dilakukan dengan sempurna, maka yang penting adalah
isyaroh kepala untuk sujud lebih kebawah di banding dengan isyaroh untuk ruku’.
Sholat dengan terlentang
Bila sholat di lakukan dengan terlentang maka posisi
kepala wajib sedikit di angkat dengan cara di topang dengan semisall bantal di
bawah kepalanya, hal ini agar kepala dan sebagian dadanya menghadap kearah
Qiblat. Sedangkan untuk ruku’ dan sujudnya di lakukan memakai isyaroh kepalanya
bila tidak mampu di lakukan secara sempurna, dan yang harus di perhatikan
adalah isyaroh kepala untuk sujud lebih kebawah di bandingkan isyaroh untuk
ruku’.
Sholat dengan isyaroh mata dan sholat dalam hati.
Saat kondisi seseorang benar-benar kritis dan yang
bisa di gerakkan hanya matanya, maka semua rukun sholat di kerjakan dengan
isyaroh mata, mulai takbirotul ihrom sampai salam remasuk ruku’ dan sujudnya.
Dan di karenakan sulit membedakan isyaroh kedipan untuk ruku’ dan sujud, maka
keduanya di lakukan dengan sama.
Dan
bila isyaroh dengan matapun tak bisa dilakukan,maka semua rukun sholat
dilaksanakan dalam hati.
DONASI VIA DANA
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts
Newer Posts
Older Posts
Older Posts
Admin
Comments