Pacaran ? Apakah Boleh Menurut Syariat Islam ? Berikut Jawabannya
Berpacaran, apakah islam melegalkan ?
atau paling tidak dengan ungkapan yang lebih religius adakah pacaran islami ?
jawabannya adalah : Tidak! Islam tidak melegalkan pacaran dan tidak ada istilah
pacaran Islami ! Wow..! seekstrem itukah Islam? Apakah agama ini tidak memahami
apa yang di rasakan anak muda ? Ekstrem.. ? hmm tergantung siapa yang menilai
dan dari kaca mata apa. Agama ini sangat memahami dan mengerti apa yang
dirasakan anak muda bahkan manusia pada umumnya. Justru sebaliknya, apakah
anak-anak muda masa kini yang katanya gaul dan funky mengerti dan memahami
agama islam yang tercinta ini, khususnya dalam masalah hubungan dan interaksi
muda dan mudi.
Melihat
realita pacaran yang tidak hanya perkenalan di antara lawan jenis (baca :pria
dan wanita ), tetapi lebih dari itu, mulai dari yang sederhana seperti pegangan
tangan, bergandengan, berduaan, pelukan , cipika-cipiki hingga yang berat
seperti petting dan melakukan hubungan layaknya suami istri ( baca: zina) sangat
berat bagi islam untuk melegalkan aktifitas tersebut. Apalagi menyandingkan kata
pacaran dengan kata islam (pacaran islami), Karena aktivitas tersebut
bertentangan dengan nilai-nilai islam mengenai hubungan (interaksi) antar pria
dan wanita.
NALURI
MANUSIA INGIN MENCINTA
Islam amat menyadari bahwa manusia
mempunyai naluri menyukai lawan jenis. Al qur’an menegaskan :
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسآءِ
وَالبَنِيْنِ وَالقَنَاطِيْرِ المُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ وَالْخَيْلِ
الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنـْعَامِ وَاْلحَرْثِ...الأية
Artinya; “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia
kecintaan kepada apa-apa yang diingini< yaltu wanita-wanita, anak-anak,
harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda-kuda pilihan, binatang- binatang
(ternak), sawah ladang…”(Ali Imron; 14)
Dengan naluri itu manusia akan tergerak secara
alamiah untuk mencari pasangannya masing-masing. Hal ini sudah menjadi
ketetepan Allah bahkan termasuk salah satu dari sekian banyak tanda- tanda
kekuasaan-Nya dalam al qur’an di sebutkan
وَمِنْ آ يَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا
إلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ...الأية
Artnya; “Dan diantar tanda-tanda
kekuasammya ialah: Dia menciptakan untkmu isteri-isteri dari jenismu sendiri
supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadkannya diantaramu
rasa kasih dan sayang….” (al Ruum; 21)
Sedangkan dalam ayat ini Allah menciptakan manusia
berpasang-pasangan adalah agar terbentuk sebuah tatanan hidup yang sakinah
diantara mereka, tenang, tentram, damai dan sejahtera dalam mengarungi
kehidupan hidup ini.
Untuk merealisasikan tujuan agung
tersebut Tuhan mensyari’atkan (memberlakukan) sebuah ikakatan suci, janji setia
untuk mencintai sehidup semati, yaitu apa yang disebut dengan Nikah. Bahkan
akan bernilai ibadah siapa yang melakukannya karena Allah SWT. begitu agung dan
sakkralnya pernikahan sehingga jauh-jauh sebelumnya seseorang harus
mempersiapkannya, bukan dengan materi, tapi dengan kesucian diri, memelihara
kehormatan, menjaga kemaluannya,
ISLAM MENJUNJUNG TINGGI
KEHORMATAN
Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan dan
kesucian diri manusia, terutama kaum hawa bahkan hal ini termasuk dari prinsip
ajaran islam atau yang popular dengan istilah Ad-dhoruriyyah Al-khomsi yaitu:
Hifdzu Ad-din, Hifdzu Al-Aqli, Hifdzu An-nasab, Hifdzu al-Mal, dan Hifdzu al-‘irdli.
Oleh karenanya terkait dengan hal itu dalam islam memiliki aturan-aturan yang
menurut sebagian orang terasa menyempitkan dan membatasi bahkan Diskriminatif.
Tentulah anggapan-anggapan ini sangatlah keliru, karena tuhan tidak menghendaki
kesulitan bagi hamba-hambanya dalm menjalankan kewajiban-kewajiban agama:
Firman Allah SWT:
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
Artinya
:”Allah tidak menjadikan bagi kalian kesulitan dalam beragama”.
MENJAGA KESUCIAN DIRI
Demi mewujudkan kesucian diri dan kehormatan, langkah
awal yang ditempuh agama ini adalah mewajibkan pemeluknya untuk menahan
pandangan. Firman Allah:
قُلْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَقُضُّوْا مِنْ
أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ
اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا يَصْنَعُوْنَ , وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَقْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفََظْنَ فُرُوْجَهُنَّ
Artinya: “Katakanlah kepada
laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara
kemahara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat! Katakanlah kepada
mereka yang beriman hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara
kemaluan mereka”. (An-Nur 30-31).
Maksudnya adalah menahan pandangan
dari hal-hal yang yang diharamkan (lawan jenis) dan menjaga kemaluannya dari
Zina dan onani. Memang pandangan mata amatlah berbahaya dampaknya, baik bagi
yang bersangkukan atau obyek yang dilihatnya.Karena semua yang di ingini oleh
nafsu prosesnya melalui mata lalu turun ke hati. Maka wajar saja jika mata
dijadikan oleh iblis sebagai alat ampuh untuk menyesatkan manusia kejurang
penuh dosa. Nabi bersabda:
اَنْ نَظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُوْمٌ مِنْ سِهَامٍ إِبْلِيْسَ
Artinya” : pandangan mata adalah anak panah beracun
dari anak panah iblis”. (H.R
: Ahmad)
Dari sini islam mengharamkan seseorang
memandang lawan jenisnya kecuali pandangan yang terjadi secara tiba-tiba,
artinya pandangan pertama yang terjadi tanpa ada unsur kesenganjaan dari
pelakunya. Tetapi bila ia memandang lagi untuk kedua kalinya untuk dengan
sengaja berdosalah ia: Nabi telah bersabda kepad Sayyidina Ali r.a:
يَا عَلِيُّ لاَ تُـتْبِعِ
النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ اْلأُ وْليَ وَلَيْسَتْ لَكَ الثَّانِيَةُ
Artinya: “Hai Ali janganlah engkau
mengikutkan pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena sesungguhnya
pandangan yang diperbolehkan bagimu hanyalah yang pertama, sedang yang kedua
tidak boleh bagimu”. (H.R: Abu Dawud, Ad-darimyi dan Ahmad).
Melihat keyataan ini, berat rasanya islam menerima
aktifitas pacaran, apalagi kendalanya tidak hanya pada pandangan mata antara
lawan jenis, masih banyak sisi lain dari aktifitas pacaran yang dilarang keras oleh
islam seperti: bersentuhan tangan dan berduaan, padahal kedua aktifitas ini
adalah hal yang sangat sederhana yang terjadi dalam berpacaran. Nabi bersabda:
لَـأَنْ يُُطْعََنَ فِي رَأْسِ
أَحَدِكُمْ بِمَخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ
لَهُ مِنْ أَنْ يَمُسَّ إِمْرَآءًة لاَ تَحِلُّ
لَهُ
Artinya” : Tertusuknya kepala
dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak
halal bagimu”. (H. R: Ma’qil Bin Yasar).
Tentang hukum berduaan dengan lawan jenis Rasulallah
SAW mengingetkan dalam sabdanya yang artinya: “Hati-hatilah kamu untuk
berduaan dengan seorang wanita. Demi tuhan tidak ada seorang lelakipun yang
beduaan dengan seorang wanita melainkan syaitan menjadi yang ketiga. Demi Allah
seandainya seseorang lelaki berdesakan dengan babi yang berlumuran hitam yang
busuk adalah lebih baik baginya daripada ia berdesakan dengan wanita yang tidak
halal baginya.”
Jika untuk hal yang sederhana saja yang ada dalam
aktifitas pacaran (saling menyentuh dan berduaan) islam melarang keras,
bagaimana dengan aktifitas lain yang ada dalam pacaran seperti: ciuman, saling
meraba bahkan tidak jarang yang sampai kebablasan.
KESIMPULAN:
Dari sini bisa
difahami mengapa islam sangat anti terhadap pacaran, karena ia merupakan pintu
bagi perbuatan hina dan terkutuk yaitu zina yang merupakan dosa besar, untuk
itu Tuhan melarang bentuk aktifitas yang bisa menggiring seseorang melakukan
perbuatan nista tersebut. Yang dilarang bukan hanya berzina tapi juga
perrbuatan-perbuatan yang mendekatinya. Allah berfirman:
وَلاَ تَقـْرَبُوا الزِّنَا إنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ
سَبِيلاً
Artinya” : "Dan janganlah
kalian mendekati zina, sesunggunya zina itu perbuatan yang keji. Dan suatu
jalan yang buruk.” (al- Isro’ ; 32)
Nah,
sekarang tinggal kita dengan segenap pengetahuan dan akal yang di anugerahkan-Nya
harus memilih: “pacaran atau menjaga kesucian…..?”
DONASI VIA DANA
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts
Newer Posts
Older Posts
Older Posts
Admin
Comments