Penjelasan Tentang Toharoh Lengkap Dengan Hikmah-Hikmahnya

           Syariat islam telah mengajarkan kepada kita ummat islam tentang kebersihan dan juga bersuci yang biasa kita sebut dengan istilah thoharoh. Pelajaran tersebut bukan tanpa manfa'at, Lebih dari itu pelajaran tentang thoharoh menghasilkan beberapa hikmah yang dapat kita ambil. Apa saja hikmah thoharoh ?mari kita pahami dengan baik tentang Thoharoh dan hikmah nya.


          Thoharoh menurut bahasa adalah membersihkan dan bersih dari berbagai kotoran, baik kotoran yang hissi (kasat mata) maupun ma'nawi. Sementara  thoharoh secara istilah ialah menghilangkan sesuatu yang menjadi penghalang sahnya shalat, baik berupa hadats maupun najis. Thoharoh dengan segala keragamannya disyariatkan sebagai sarana untuk mengerjakan shalat dan bentuk ibadah yang lain.

Dasar Ajaran Bersuci
Salah satu di antara keistimewan Islam yang menonjol adalah perhatiannya terhadap kesucian dan kebersihan seseorang, baik jasmani maupun rohani. Kebersihan dan kesucian jasmani berkaitan deangan perihal yang fisik lahiriah, seperti badan, pakaia, tempat dan Alat-alat yang digunakan makan dan minum dari kotoran dan Najis. Sedangkan kebersihan dan kesucian rohani, berarti terbebas dari hadas bila hendak melakukan suatu ibadah yang mensyaratkan harus suci dari hadast, Dalam Al-qur'an maupun Al-Hadist banyak ditemukan petunjuk-petunjuk maupun perintah agar umat islam harus bersih dan suci, Allah berfirman:

إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan Diri" (Al-Baqoroh 22)

وثيابك فطهر

Artinya: " Dan pakianmu  bersihkanlah" (Al-Mudastir 4)
Dan juga didukung oleh hadist Nabi:

الإسلام نظيف فتنظفوا فإنه لا يدخل الجنة إلا نظيف

Artinya: " Islam itu agam bersih, maka jagalah kebertsihan (kesucian), karena sesungguhnya tadaklah akan masuk surga kecuali orang yang bersih.

مفتاح الصلاة الطهور


Artinya: “ Kunci sholat adalah bersuci.

Cara – Cara Thoharoh 
           Ada empat macam cara melakukan thoharoh :
  • Wudhu
  • Mandi
  • Tayammum
  • Menghilangkan najis
Media atau alat yang bisa
  • Air
  • Debu
  • Batu yang dibuat istinja
  • Alat yang dibuat untuk menyamak kulit.
Hikmah Thoharoh
     Shalat merupakan ritual ibadah yang sangat agung dan luar biasa. Dalam shalat manusia diperkenankan bermunajat, mendekatkan, dan menghambakan diri di hadapan Sang Penciptanya, Allah swt. shalat yang telah memenuhi syarat dan rukun serta dilakukan dengan hudhur al-qalbi (hati yang menghadap) tidak hanya akan menggugurkan kewajiban sebagai seorang muslim, tapi juga mendatangkan kedamaian dan ketenangan jiwa tersendiri. Sangat logis ketika makhluk yang sangat  rendah dan hina akan menghadap Dzat yang Maha Tinggi dan agung -Allah Swt.- diwajibkan untuk memenuhi pra syarat tersendiri. Termasuk di dalamnya ialah membersihkan diri dari hadats dan najis. Disinilah peran atau hikmah thoharoh yang paling utama.

Macam-Macam Air 
          Dalam kaitannya dengan thaharah, air dibagi menjadi empat macam :
  1. Air suci dan mensucikan serta tidak makruh menggunakannya. Yaitu air mutlak, yakni air yang tidak terikat dengan qoyyid (tambahan nama) yang menetap
  2. Air  suci dan mensucikan tetapi makruh menggunakannya. Yaitu air yang sangat dingin, air yang sangat panas, dan air mutlak yang terkena sengatan panas matahari yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  • Berada di daerah bercuaca panas
  • Air tersebut berubah pada kondisi yang lain, seperti dari wadah air itu timbul karat yang muncul ke permukaan air
  • Berada dalam wadah yang bisa dipalu selain emas dan perak seperti besi, timah dan tembaga.
  • Digunakan pada saat panas
  • Terjadi di musim panas
  • Waktu shalat masih panjang. Oleh karenanya, apabila waktu sudah sempit dan tidak menemukan air lain maka tidak makruh menggunakan air tersebut
  • Tidak yakin atau ada dugaan kuat bisa  membahayakan apabila digunakan. Apabila demikian maka haram menggunakannya
  1. Air  suci namun tidak bisa mensucikan. Air ini terbagi menjadi dua macam. Pertama, air sedikit (kurang dari dua qullah) yang digunakan untuk basuhan yang wajib seperti basuhan pertama dalam wudlu dan mandi dan telah terpisah dari anggota yang dibasuh (musta’mal). Kedua, air suci yang berubah dengan perubahan yang bisa menyebabkan hilangnya kemutlakan nama air (disebut air secara mutlak, tanpa tambahan nama atau perubahan nama) sebab tercampur benda yang larut dan suci yang tidak sulit dihindari oleh air. Yang dimaksud dengan "benda yang larut" adalah benda yang  tidak bisa dipisahkan dari air seperti sabun, kopi, teh, dan lain-lain. Dengan demikian, tidak berpengaruh perubahan yang disebabkan oleh benda yang bisa dipisahkan dari air seperti perubahan yang terjadi karena bercampur dengan minyak dan lain-lain. Demikian juga tidak berpengaruh, perubahan yang ditimbulkan oleh benda yang sulit dihindari air seperti daun pohon yang rontok di tepi sungai
  2. Air mutanajjis, yaitu  air yang sedikit, tidak mencapai dua qullah (kurang dari 55,9 cm3 atau +174,580 liter) yang terkena najis baik berubah atau tidak atau air  lebih dari dua qullah yang terkena najis dan berubah. Air ini haram digunakan dalam ibadah seperti wudlu ataupun thoharoh yang lain.
          Itulah tadi penjelasan tentang toharoh, jika ada yang kurang faham atau jika  ada yang masih kurang silahkan langsung di kolom komentar. Terimakasih
DONASI VIA DANA Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts

Comments

Post a Comment