Tata Cara Sholat Idul Fitri Dan Idul Adha Lengkap

           Bagi muslim di seluruh dunia sudah sangat mengenal dengan sholat ied atau biasa kita sebut sholat hari raya idul fitri/ idul adha. Namun banyak dari mereka yang belum mengetahui tentang tata cara pelaksanaanya. Dan sangat disayangkan jika sang imam atau khotib atau bilal yang tidak mengetahui atau mungkin lupa tentang tata cara khutbah dan sholat ied. Agar kita mengetahui dan juga dapat mengingatnya kembali berikut penjelasan tentang sholat ied. 


Waktu Pelaksanaan Sholat Ied

          Melakukan sholat ied, yakni Idul Fitri dan Idul Adha bagi setiap orang islam, baik laki-laki, perempuan, orang merdeka atau hamba sahaya hukumnya sunat muakkad. Dalam satu versi disebutkan fardlu kifayah, memandang bahwa sholat ied adalah bagian dari syi’ar Islam. Waktu pelaksanaan sholat 'ied adalah masa-masa di antara terbitnya matahari dan tergelincirnya matahari dari titik kulminasi. Hanya saja akan sunat dilakukan ketika matahari telah naik kira-kira satu tombak dalam pandangan mata. Sholat Idul Fitri dan Idul Adha bisa. dilakukan secara jama’ah atau sendirian. Namun bila dilakukan sendirian tidak disunatkan untuk melakukan khutbah. Sholat 'ied dilaksanakan dengan dua raka'at dan rukun-rukun dalam shalat 'ied sama persis dengan sholat fardhu. Sedangkan kesunahan-kesunahan shalat 'ied secara garis besar tidak jauh berbeda dengan kesunnahan-kesunnahan dalam sholat fardhu. Perbedaannya hanya nampak dalam kesunnahan untuk melakukan takbir tujuh kali pada rakaat pertama setelah membaca do'a iftitah, takbir lima kali pada rakaat kedua sebelum membaca do'a ta'awwudz, serta sunatnya membaca do'a al-baqiyah as-sholihah di antara takbir satu dengan yang lain.

Khutbah Sholat Ied

            Rukun khuthbah dalam sholat 'ied secara global ada delapan, namun secara terperinci ada. Hal ini karena ada tiga rukun yang harus dilakukan di dua khuthbah, sedangkan dua rukun yang lain dilaksanakan pada salah satunya. Kelima rukun itu adalah:
  1. Membaca hamdalah/ memuji kepada Allah menggunakan lafadz yang musytaq (tercetak) dari mashdar hamdun (حمد) dan juga harus menggunakan lafadh jalalah(الله). 
  2. Membaca sholawat pada Nabi Muhammad saw. 
  3. Wasiat agar bertaqwa kepada Allah swt. "Ketiga rukun inilah yang harus dilakukan pada dua khuthbah". 
  4. Membaca ayat Al-Qur’an yang mudah untuk dipaham pada salah satu khuthbah, namun yang lebih utama supaya dilakukan pada khuthbah pertama. 
  5. Mendo’akan segala hal yang berkaitan dengan akhirat kepada segenap kaum muslimin, muslimat, mu’minin dan mu’minat pada waktu khuthbah kedua.
            Sunat-sunat dalam pelaksanaan khutbah mayoritas sama dengan khutbah jum'at, hanya dalam beberapa hal khutbah dalam shalat ied dibedakan, di antaranya:Sunat mengingatkan tentang hukum-hukum dan ketentuan zakat fitrah saat khutbah idul fitri dan mengingatkan tentang hukum-hukum dan ketentuan kurban. Memulai khutbah pertama dengan sembilan takbiran dan khutbah kedua dengan tujuh takbiran. Sunat-sunat dalam pelaksanaan khutbah mayoritas sama dengan khutbah jum'at, hanya dalam beberapa hal khutbah dalam shalat ied dibedakan, di antaranya:
  1. Sunat mengingatkan tentang hukum-hukum dan ketentuan zakat fitrah saat khutbah idul fitri dan mengingatkan tentang hukum-hukum dan ketentuan kurban. 
  2. Memulai khutbah pertama dengan sembilan takbiran dan khutbah kedua dengan tujuh takbiran.
Mandi dengan niat untuk melaksanakan sholat ied.
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لعِيْدِ الفِطْرِ / الأضْحَى ِللهِ تَعَالَى .

Sunnah-Sunnah Sebelum Melaksanakan Sholat Ied

  1. Berangkat pagi-pagi sekali dan berhias dengan memakai parfum, pakaian yang bagus, memotong kuku serta menghilangkan bau yang tidak sedap.
  2. Hendaknya menempuh jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang. Menurut suatu keterangan, hal ini untuk mendapatkan lebih banyak pahala. 
  3. Hendaknya makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat Idul fitri, sedangkan pada saat Idul Adha, hendaknya melakukan sholat ied terlebih dahulu.

Teknis Pelaksanaan Sholat Dan Khutbah Ied

1.  Ketika imam sampai di tempat pelaksanaan sholat/masjid, muroqqi segera berdiri untuk memberi aba-aba dimulainya sholat ied, yaitu membaca
صَلُوْا سُنَّةً لِعِيْدِ اْلفِطْرِ/ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةًَ رَحِمَكُمُ الله
2.  Imam segera menuju mihrob (tempat imam), untuk segera memulai pelaksanaan sholat ied.
         Catatan:
               Sholat ied dilakukan dua rakaat, diawali takbirotul ihrom dengan disertai niat sholat ied.
أُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلفِطْرِ / اْلأَضْحَى إِمَامًا / مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
3.  Setelah takbirotul ihrom, dilanjutkan dengan membaca do’a iftitah yang telah kita maklumi bacaannya, kemudian takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah. Antara takbir satu dengan yang lain sampai pada takbir yang ketujuh disunatkan membaca :
سُبْحَانَ اللهِ وَاْلحَمْدُ لِلَّه ِ وَلآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أكْبَرْ .
4.  Selesai melakukan tujuh takbir pada rakaat pertama, dilanjutkan membaca ta’awudz, Al-Fatihah dan surat surat yang disunatkan, seperti Surat Qof atau Al-A’la pada rakaat pertama, dan Surat al-Qomar atau surat al-Ghosyiyah pada rakaat kedua.

5.  Selesai melaksanakan sholat, bilal segera berdiri ke depan, untuk memberi aba-aba dimulainya khutbah ied. Bunyi aba-aba tersebut seperti :

مَعَاشِرَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ اْلمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ الله، اعْلَمُوْا أَنََّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ/ الأضْحَى وَيَوْمُ السُّرُوْرِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ، أَحَلَّ الله لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامُ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامُ، إذَا صَعِدَ الَخَطِيْبُ عَلَى المِنْبَرِ أنْصِتُوا أثَابَكُمُ الله وَاسْمَعُوا أجَارَكُمُ الله، وَأطِيْعُوا رَحِمَكُمُ الله.   
6.  Kemudian khothib naik mimbar, dan bilal membaca sholawat, yang sebagaimana berikut :
اَللَّهُمَ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ، أللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍٍ، اَللَّهُمَ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
7.  Selesai bilal membaca sholawat, khotib segera memulai membaca khutbah pertama.


Sholat Ied Pada Hari Jum'at

            Dalam permasalahan sholat 'ied sering kita jumpai fenomena jatuhnya hari 'ied bertepatan dengan hari jum'at. Dalam menyikapi hal ini terdapat beberapa versi pendapat di antara para imam madzhab mengenai gugur tidaknya kewajiban untuk melaksanakan sholat jum'at. 
  • Menurut versi Hanafiyah dan Malikiyah tetap diwajibkan melaksanakan sholat jum'at. 
  • Versi Hanabilah berpendapat, sholat 'ied dapat menggugurkan kewajiban sholat jum'at, namun tidak menggugurkan kewajiban sholat dhuhur. 
  • Versi Syafi'iyyah menyatakan bahwa kewajiban sholat jum'at dapat gugur bagi penduduk yang tempat domisilinya relatif jauh dengan tempat pelaksanaan sholat 'ied, dengan standarisasi seandainya mereka setelah melaksanakan sholat 'ied kembali ke rumah masing-masing niscaya akan ketinggalan shalat jum'at. Hukum ini adalah sebagai bentuk dispensasi Syari'at bagi mereka, agar tidak dirasakan terlalu berat dalam menjalankan syari'at-syari'at islam.

Pembacaan Takbir Dalam Idul Fitri, Idul Adha, Dan Diwaktu Lain

          Bagi setiap kaum muslimin dalam setiap merayakan hari raya disunnahkan memeriahkannya dengan kumandang takbir di mulai saat matahari terbenam hingga saat imam melakukan takbirotul ihrom di hari raya 'idul fitri atau sampai waktu ashar di akhir hari tasyriq pada hari raya idul adha. Takbir inilah dinamakan takbir mursal pada hari raya 'idul fitri dan takbir muqoyyad pada hari raya 'iedul adha, karena harus dilakukan setelah sholat fardhu selain pada malam pertama. Sedangkan hukum mengumandangkan takbiran di luar dua hari raya dan tiga hari tasyriq adalah diperbolehkan, kecuali bertujuan mensyariatkan takbiran tersebut khusus pada waktu itu atau menimbulkan prasangka pada masyarakat bahwa hal tersebut disyari'atkan.
DONASI VIA DANA Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts

Comments

Post a Comment