Kisah Karunia Allah Untuk Orang Yang Berbakti kepada Orang Tua
Berbakti kepada orang tua itu hukumnya wajib. Karena orang tualah kita dapat hadir didalam dunia, karena orang tualah kita masih dapat menikmati hidup didunia, karena orang tualah yang sudah mendidik kita dari masih dalam rahim hingga sekarang ini. Namun saat ini tak sedikit dari saudara-saudara kita, muslim-muslimah yang tidak berbakti kepada orang tua. Atau dengan kata lain mereka sering membantah perintah-perintah orang tua. Padahal banyak kisah-kisah yang menakjubkan karena berbakti kepada orang tua seperti kisah dibawah ini.
Dikisahkan bahwa dahulu pernah hidup seorang pemuda yatim dari bani isra'il. Pemuda tersebut hanya memiliki seorang ibu, namun sekalipun pemuda tersebut tidak pernah membantah perintah ibunya. Kesehariannya ketika pagi hari pemuda tersebut pergi ke hutan untuk mencari kayu untuk dijual di pasar. Setelah terjual sepertiga hasilnya untuk shodaqoh, sepertiga untuk makan, dan sepertiga yang lainnya untuk ibunya. Ketika malam tiba maka di bagi waktunya sepertiga untuk ibunya, sepertiga lagi untuk istirahat/tidur, dan sepertiga yang lainnya untuk beribadah kepada Allah.
Suatu hari ibunya memerintahkan pemuda tersebut untuk pergi ke hutan untuk mencari sapi yang telah ibunya titipkan kepada Allah. Karena hanya sapi itulah satu-satunya harta yang dimiliki oleh ibu tersebut.
Ibu : "Nak pergilah kehutan itu, dan carilah sapi dengan ciri-ciri ketika dipandang maka mata akan takjub karena melihat kulit sapi tersebut seakan-akan keluar cahaya matahari. Bawalah sapi tadi dengan memegang lehernya.
Pemudah "iya bu"
Pemuda tersebut pergi ke hutan setelah mendapatkan perintah dan petunjuk tentang keberadaan dan jenis sapi tersebut. Setelah mencari beberapa lama akhirnya pemuda tersebut menemukan sapi yang sama persis seprti ibunya katakan. Pemuda inipun membawa sapi tersebut pulang untuk di berikan kepada orang tua. Ditengah-tengah perjalanan tidak di sangka sapi tersebut dapat berbicara.
Sapi : "Hai pemuda, kenapa kamu berjalan? Tunggangilah aku, itu akan meringankan perjalanan kamu."
Pemuda : "Sungguh ibuku tidak memerintahkan aku untuk menunggangi kamu, ibuku hanya memerintahkan membawa kamu dengan memegang lehermu."
Sapi : "Demi tuhanya bani isra'il, bila kamu menunggangiku, niscaya kamu tidak akan mampu menguasai aku selamanya. Berangkatlah, sungguh jika kamu perintahkan gunung untuk melepas dari dasarnya, maka gunung tersebut akan beranjak karena kabaktianmu kepada ibumu."
Setelah menempuh perjalanan yang lama pemuda tersebut sampai pada ibunya.
Ibu: "kamu udah besar sekarang, sudah waktunya kamu jual sapi itu ke pasar. Jual lah dengan harga 3 dinar"
Pemuda: " iya, bu"
Pemuda tersebut pun pergi ke pasar dengan membawa sapi tersebut untuk dijualnya 3 dinar. Tak berselang lama datang seorang yang menawar sapi pemuda itu.
Penawar :"Sapi ini kamu jual ?"
Pemuda : "iya, pak. Sapi ini aku jual dengan harga 3 dinar."
Penawar : "Ya udah, aku beli dengan harga 6 dinar. gimana?"
Pemuda : "Sebentar aku tanyakan ke ibu aku dulu. Karena tadi ibu nyuruh aku untuk menjualnya 3 dinar saja"
Pemuda tersebut bergegas menemui ibunya.
Pemuda : "Bu sapinya di tawar 6 dinar?"
Ibu :" iya udah berikan saja sapi tersebut dengan harga 6 dinar."
Kemudian pemuda tersebut kembali kepada penawar tadi.
Pemuda :" Iya kata ibu ku boleh sapi ini dibeli dengan harga 6 dinar."
Penawar : " Bagaimana kalau aku beli 12 dinar?"
Pemuda:"Sebentar, aku tanya ibuku dulu karena tadi aku hanya disuruh untuk menjualnya 6 dinar."
Pemuda tersebutpun menemui ibunya.
Ibu :" Udah nak begini saja dari pada kamu terus bolak balik kesini. Jika nanti sapi ini ditawar yang lebih tinggi lagi maka berikan saja. Kamu tidak perlu bertanya lagi padaku. Aku sudah meridhoinya."
Pemuda: " iya bu." Kemudian pemuda tersebut kembali ke pasar untuk bertemu dengan penawar tadi.
Pemuda : " Ya udah tidak papa kamu beli sapi ini dengan harga 12 dinar.
Penawar: " Bagaimana jika . . . ." Ketika masih sedang tawar menawar tiba-tiba datang seorang dari bani isro'il seakan takjub dan juga bahagia. Karena telah menemukan sapi dengan ciri-ciri tertentu.
Bani Isro'il :" Dijual berapa sapi ini ?"
Pemuda :" Sapi ini aku jual 12 dinar."
Bani Isro'il : "iya udah, aku beli dengan harga dinar seberat bibot sapi ini. Bagaimana?"
Pemuda : " iya boleh, silahkan." pemuda tersebut pun pulang dengan membawa dinar seberat bobot sapi tersebut.
Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah diatas adalah bahwa jika kita mau taat dan patuh kepada orang tua maka Allah berikan karunianya yang besar kepada kita. Jadi marilah kita hormati, kita taati, kita patuhi apa yang telah dikatakan orang tua. Bisa jadi itu adalah yang terbaik diberikan Allah untuk kita. Amiin
DONASI VIA DANA
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts
Newer Posts
Older Posts
Older Posts
Admin
Comments