Contoh Ceramah Hari Raya Idul Adha

        Bagi sebagian dai terutama bagi dai yang baru, mereka terkadang merasa bingung mencari bagan untuk ceramah apalagi untuk ceramah di moment yang besar seperti hari raya idul fitri, hari raya idul adha, dll. Oleh karena itu disini saya hanya mau memberikan contoh tentang ceramah idul adha, berharap para dai dapat untuk mengembangkannya menggunakan bahasa mereka sendiri.


اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًاوَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُأَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. الْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى أَنْ قَدْ جَعَلَ الْخَلِيْلَ إِبْرَاهِيْمَ إِمَامًالَنَا وَلِسَائِرِ الْبَشَرِ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْجَبَّارُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُلِلناَّسِ لَيُنْقِذَهُمْ مِنْ كَيْدِ الشَّيْطَانِ وَيُنْجِيَهُمْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ. اللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِوَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِِهِ الأَخْيَارِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ: أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
اللهُ أَكْبَرُ ×3
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
            Hari ini tanggal 10 Dzulhijjah 1420 Hijriyyah, kita semua mendapat karunia Allah berupa kesehatan, kesempatan dan usia panjang, sehingga kita dapat berjumpa kembali ikut serta merayakan hari yang berbahagia ini, berjuta-juta umat Islam diseluruh dunia, mengumandangkan kalimat Takbir, Tahmid dan Tsbih memuji dan mensucikan asma Allah, samapi Akhir Hari Tasyiq tanggal 13 Dzulhijjah nanti. Kita bersyukur dan berbahagia, terlebih lagi sulitlah dilukiskan kegembiraan dan kebahagiaan. Saudara-saudara kita yang berada di Tanah Suci, yang telah selesai melaksanakan wuquf di Arofah sebagai puncak ibadah haji.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
            Dari rangkaian sholat Hari Raya Idul Adha yang baru saja kita laksanakan, Insya Allah kita akan lanjutkan dengan pelasanan ibadah Qurban yang waktunya sampai akhir Hari Tasriq nanti. ,mudah-mudahan akan diterima disisi Allah SWTserta memberi kesan yang mendalam, juga yang paling penting ialah dapat meningkatkan dan memantakan taqwa kita kepada Allah, sebab dalam ibadah Qurban hanya dengan landasan taqwa yang dapat diterima disisi-Nya. Firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al-Hajj 37

Allah tidak akan menerima daging hewan yang menjadi Qurban dan tidak pula darahnya, tetapi Allah hanya akan menerima ketaqwaan kalian.
اللهُ أَكْبَرُ ×3
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
           Qurban di dalam bahasa Arab mempunyai arti pendekatan maksudnya dengan menyembelih hewan Qurban itu, kita telah berbuat sesuatu yang mendekatkan diri kita kepada Allah dan rahmat ampunan-Nya. Dengan mengurbankan harta yang kita pergunakan untuk membeli Kambing, Sapi atau Domba. Kita telah berbuat sesuatu yang di Ridhoi Allah yang kemudian hewan itu kita sembelih dan dagingnya selain kita makan, sebagiannya juga kita bagikan kepada Fuqoro’ dan masakin.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
            Dari celah-celah sejarah kita temukan adanya ibadah kurban pertama kali adalah sejak masa Nabi Adam As yaitu yang dilakukan oleh Qobil dan Habil puteranya. Qurban Habil diterima karena pengorbanannya ikhlas menjalankan titah Allah. Sedangkan qurban Qobil ditolak, karena qurbannya dengan niat memenangkan perselisihan. 
            Kemudian puncaknya adalah peristiwa yang terjadi pada pribadi Nabiyulloh Ibrohim As yang telah melaksanakan pengurbanan yang besar dan mengagumkan. Dengan menyembelih putranya Ismail As demi menjunjung tinggi perintah Allah SWT. Peristiwa besar tersebut dapat kita temukan kisahnya dalam Al-Qur’an surat As- Shooffat ayat 103

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْىُ قَالَ يَا بُنَىَّ إِنِّى أَرَى فِى الْمَنَامِ أَنِّى أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى
Maka ketika sudah sampai masanya, berkatalah Ibrohim kepada putranya, Islmail wahai putraku, aku telah mendapat wahyu perintah Allah dalam mimpiku, supayaa aku menyembelih bagaimana pendapatmu?Maka dengan spontan Islmail menjawab : Wahai Bapakku laksanakanlah apa yang sudah diperintahkan Allah. Insya Allah bapak akan menemui diriku dalam keadaan penuh ketabahan dan kesabaran.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
           Kemudian Nabi Ibrohim pun melaksanakan perintah yang menyedihkan dan luar biasa itu dengan tulus ikhlas. Dan Islmail pun dengan tabah merelakan dirinya sebagai tanda bakti qurbannya kepada Allah. Keduanya lulus dalam menghadapi ujian ketabahan dan keimanannya. Maka dengan keadilan dan kebijaksanaan Allah digantilah Islmail dengan wujud sesekor kambing sembelihan.
         Demikianlah, maka peristiwa yang terjadi pada masa Nabi Ibrohim As pun berlenjut menjadi syariat kita sepanjang masa. Perhatikan firman Allah dalam Al Qur’an surat An-Nahl ayat 123

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
         Berkurban adalah sunnah mu’akkadah hukumnya, bagi siapa yang mampu. Pahalanya dapat kita ketahui melalui sabda Rosululloh yang berbunyi
 
الأُضْحِيَّةُ لِصَاحِبِهَا بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةٌ
Qurban itu untuk yang melaksanakannya dibalas dengan pahala setiap lembar bulunya satu kebaikan.
          Demikianlah tingginya nilai qurban itu, dilihat dari segi taqorrub kepada Allah. Dan dengan qurban yang dagingnya kita bagi-bagikan kepada masyarakat dapat menumbuhkan jiwa saling harga menghargai, sayang menyayangi diantara sesama, menuju ukhuwah Islamiyyah yang nyata. Disamping itu ibadah qurban itu akan menimbulkan semangat rela mempersembahkan segala sesuatu yang dikehendaki oleh agam a yang diminta oleh iman. 
          Karena pengobanan merupakan lambang kesetiaan yang sangat tinggi serta pengabdian yang sangat luhur. Sejarah dengan bahasanya sendiri telah berbicara. Justru karena semangat pengorbanan yang tinggi jualah yang menyebabkan perkembangan Islam di masa lalu mengalami kemajuan yang pesat. Pengorbanan ibarat perulu ang dipergunakan untuk menembus benteng yang menghalangi cita-cita. Makin tinggi cita-cita yang hendak dicapai, makin besar pengorbanan yang harus diberikan. 
           Hukum sejarah menyatakan : siapa yang paling sanggup berkorbandialah yang paling mempunyai kesempatan untuk berhasil. Sebab tak ada cita-cita yang besar yang dapat diperoleh sebagaimana mendapat duian runtuh tanpa ada pengorbanan.

Allah berfirman dala Al Qur’an surat Ali Imron ayat 93
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّوْنَ
Kalian tidak akan mencapai kebaktian yang tinggi, sehingga kalian sanggup memberikan atau mengrbankan apa-apa yang kalian cintai.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
          Oleh karena itu, marilah kita hidupkan semangat qurban ini, baik harta tenaga atau jiwa sekali pun untuk mencapai cita-cita perjuangan membela agama. Nusa dan bangsa. Ibadah menyembelih hewan qurban yang kita laksanakan hari ini dan tiga hari berikutnya, sebenarnya mempunyai hikmah diantaranya : Binatang yang kita sembelih adalah ibarat jiwa kebinatangan yang kadang-kadang ada pada diri manusia. Sehingga dengan demikian mengorbankan binatang itu berarti juga memperingatkan kepada manusia supaya mau juga mengorbankan dalam arti menghilangkan sifat-sifat kebinatangannya atau nafsu hayawaniyahnya.
          Demikianlah مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ memang dunia ini adalah rentetan pengurbanan-pengurbanan orang tua berkorban untuk anaknya, pemimpin berkorban untuk rakyatnya dan tiap makhluq berkurban untuk lainnya sesuai dengan kudrat dan sifatnya. Tanpa pengurbanan dunia akan mandeg, kebudayaan tak kan ada ceritanya, perjuangan hanya tinggal nama. Demikianlah pentingnya ibadah qurban pada Hari Raya Idul Adha ini tak lain adalah untuk memperbaharui semangat pengorbanan kita, menuju cita-cita yakni : fiddunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah.
         Akhirnya marilah kita berdo’a mudah-mudahan amal ibadah kita khususnya I Hari Raya Idul Adha ini diterima disisi Allah SWT. Dan semoga Saudara-saudara kita yang menunaikan ibadah haji tahun ini memperoleh nilai haji Mabrur dan bagi kita yang pada tahun ini belum dapat menunaikan ibadah haji dapat menyusul pada tahun-tahun mendatang, Amin ya mujibas sa'ilin.

أًعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ. جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الأَمِنِيْنَ الْفَائِزِيْنَ وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْوَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِِمِيْنَ

        Itulah tadi contoh dari ceramah idul adha semoga dapat bermanfaat, dan jika ada kesalahan mohon untuk di ingatkan di dalam komentar. Terimakasih atas kunjungannya
DONASI VIA DANA Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts

Comments

Post a Comment