Benarkah Thariqah Bid'ah ? Berikut Penjelasannya

و أن لو استقاموا على الطريقة لأسقينهم ماء غدقا
Artinya :
" Dan bahwasannya jikalau mereka tetap berjalan lurus diatas jalan itu (agama islam) benar-benar kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)." (QS. AL-JIN : 16)
PENGERTIAN TARIQAH
            Tariqah adalah sebuah istilah yang dimunculkan oleh para ulama sufi, dan merupakan bagian dari perkembangan ilmu tasawwuf. Namun dalam perkembangannya tariqah sering di pahami sebagai sebuah kelompok pengamal dzikir dengan tata cara khusus. Para ulama tasawwuf memasukkan tariqah menjadi bagian dari 3 komponen dasar perjalanan seorang hamba untuk wushul menuju Allah, yaitu  syari’at, tariqah dan hakikat.


             Syeh amin al-kurdi, dalam tanwir al-qulub mendefenisikan tiga hal tersebut sebagai berikut :
1. Syari’at

              yaitu segala hukum yang diturunkan pada nabi saw tentang aqidah, fikih dan tasawwuf, dan dipahami para ulama dari al-qur,an dan al-hadis, baik melalui nash yang jelas  atau melalui ijtihad (isthinbath).
2. Tariqah

        Ada tiga ta’rif yang dikemukakan beliau , yaitu:

  1. mengamalkan syari’at,  meninggalkan rukhsoh serta tidak menganggap  ringan hukum yang tidak semestinya.
  2. meninggalkan larangan syar’i, baik lahir maupun  batin, serta menjalankan perintah syar’i sesuai kadar kemampuan .
  3. meninggalkan hal-hal yang haram, makruh ataupun mubah tanpa ada hajat serta melaksanakan fardhu dan kesunahan-kesunahan semampunya dibawah bimbingan seseorang yang sudah arif.
3. Haqiqat
         Ada tiga tingkatan hakikat :
             1. Terbukanya hijab antara seorang hamba dengan hal-hal yang diimaninya. Ini adalah tingkatan tertinggi dari haqiqat, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam at-thabrani dan al-bazzar, tentang sahabat haritsah bin malik al-anshori, nabi pernah berdialog dengan haritsah :

 كيف أصبحت يا حارثة ؟ قال : أصبحت مؤمنا حقا فقال له : ان لكل قول حقيقة فما حقيقة ايمانك ؟ وفي رواية قال له : اعلم ما تقول وانظر ما تقول فقال عزفت نفسي عن الدنيا فاستوى عندي حجرها وذهبها فأسهرت ليلي وأظمأت نهاري و كأني أرى عرش ربي بارزا و كأني أنظر الى أهل الجنة يتزاورون فيها و كأني أسمع عواء أهل النار فقال له عرفت فالزم وفي رواية أنه عليه الصلاة والسلام قال من سره أن ينظر الى من نور الله قلبه فلينظر الى حارثة بن مالك.
      Lafad tariqah sebetulnya sudah pernah dikemukakan secara umum oleh nabi dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Turmidzi :
" من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهله الله له به طريقا الى الجنة "
Hamba allah yang menempuh jalan untuk menggapai ilmu, maka akan dimudahkan oleh Allah jalan menuju surga
         Lafad طريقا  (jalan) dalam hadis diatas berbentuk isim nakirah yang berarti umum memuat semua jalan (thariq), baik yang sifatnya nyata (hissiy) atupun bersifat ma’nawi,  Dan tariqah dalam pembahasan kita ini masuk dalam thariq ma’nawi .

SYARAT TARIQAH                                                                     
Para ulama tashawwuf adalah orang-orang yang sangat  berpegang teguh pada al-qur’an dan al-hadis, sebagai contoh ungkapan seorang sufi besar, imam al-junaid :
" مذهبنا هذا مقيد بأصول الكتاب و السنة "
“ madhab kita ini (tashawwuf) benar-benar berlandaskan al-qur’an dan as-sunah”
 Sehingga mereka dalam  menjalankan atau menganjurkan murid-muridnya untuk bertariqah, membuat batasan-batasan tariqah yang bisa diikuti (mu’tabar). Ada dua syarat mendasar yang harus dipenuhi oleh sebuah tariqah untuk bisa disebut mu’tabar :
1.       Harus sesuai dengan ajaran alqur’an dan al-hadis
2.       Sanad dari mursyidnya harus muttashil kepada rasulullah saw
Diluar dua syarat tersebut, masih ada syarat-syarat khusus bagi mursyid dan para salikin

 BENARKAH NABI TIDAK PERNAH BERTARIQAH ?

   Nabi adalah pembawa syari’at dari Allah SWT, dan inti dari ajaran tariqah adalah  mengamalkan syari’at secara total, baik amal lahiriyah maupun batiniyah  (tsamrotu as-syari’ah). Adalah sangat aneh bila nabi dikatakan tidak bertariqah ?.

BENARKAH TARIQAH ITU BID’AH ?
            
               Pada fase awal sejarah islam (masa hidup nabi), aliran-aliran tariqah yang kita kenal dewasa ini belum ada. Diperkirakan munculnya aliran-aliran tariqah, sekitar abad 4 Hsehingga untuk dikatakan bahwa kegiatan tariqah-tariqah tersebut adalah bid’ah tidak bisa dikatakan salah. 
              Namun yang perlu diluruskan disini adalah bahwa tidak semua bid’ah dilarang oleh syari’at. Sebagai contoh adalah pembukuan al-qur’an. Pada masa nabi al-qur’an terserak dalam berbagai media tulisan, ada yang ditulis di papan, kayu, pelepah kurma bahkan ada yang belum tertulis namun masih dalam memori hafalan para sahabat nabi, sehingga pada masa khalifah umar, ketika banyak sahabat nabi yang meninggal sayyidina umar berinisiatif untuk membukukan  al-qur’an dan akhirnya baru bisa selesai pada masa khalifah utsman bin affan. 
              Pembukuan al-qur’an, menurut para ulama adalah bid’ah yang hukumnya hasanah (wajib kifayah) karena tidak ada dalil yang melarangnya dan mafsadah yang ditimbulkan seandainya al-qur’an tidak dibukukan akan besar sekali. Dan manfaat dari pembukuan tersebut dapat kita rasakan sampai sekarang ini. Bisa kita bayangkan jika pada masa-masa hidupnya para sahabat yang hapal Al-Qur’an belum sempat dibukukan, bagaimana nasib al-qur’an sekarang ? Dari sisi lain, ini adalah bukti dari janji Allah dalam ayat.
           Dari sini dapat kita simpulkan bahwa tariqah, jika dilihat dari sisi jam’iyyah (organisatoris), dimana didalamnya terdapat peraturan-peraturan khusus yang mengikat para pengikutnya dan berbeda-beda antara satu tariqah dengan tariqah yang lain memang merupakan bid’ah, namun dihukumi hasanah karena tidak bertentangan dengan nash qur’an maupun hadis. 
           Dan jika dilihat dari isi amalan tariqah sendiri justru malah merupakan sunnah nabi, karena semua dzikir dalam tariqah adalah anjuran nabi, tidak ada dzikir dalam tariqah yang tidak berdasar hadis. Bacaan tahlil, istighfar, tasbih tahmid serta shalawat semuanya berdasarkan qur’an hadis. Sedangkan mengenai hitungan tertentu, geleng-geleng kepala dan sebagainya hukumnya adalah mubah selama tidak diyakini sebagai sebuah kesunahan. Dan akan kita jelaskan dalam pembahasan selanjutnya. 
DONASI VIA DANA Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts

Comments

Post a Comment