Biografi Luqman Dan Petuah-Petuahnya
Siapa sebenarnya Luqman itu? Kenapa salah satu surat dinamakan menggunakan nama beliau? apa keistimewaan beliau hingga mendapatkan kemuliaan yang begitu tinggi? Apakah Luqman itu seorang nabi ?
Berikut biografi luqman dan petuah-petuahnya kepada anaknya.
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَانَ
الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ
وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (12)
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman,
yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada
Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa
yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha
Terpuji".
Luqman, nama lengkapnya adalah Luqman bin Faghur bin Nakhuur
bin Tarih. Demikian pendapat yang dikemukakan Muhammad bin Ishaq. Menurut versi
lain, nama lengkapnya Luqman bin 'Anqo' bin Saduun. Dalam sebuah hadits, Ibnu Umar menyatakan "Aku pernah
mendengar Rosululloh Saw. bersabda: Luqman bukanlah seorang Nabi. Akan tetapi
ia adalah seorang hamba yang gemar tafakkur, berkeyakinan baik dan cinta kepada
Alloh. Hingga Alloh mencintainya dan kemudian menganugerahi hikmah kepadanya."
Pendapat jumhur ulama' pun mengungkapkan bahwa beliau adalah seorang wali yang
sholih. Meski pendapat lain menyatakan beliau adalah seorang nabi.
Suatu ketika seorang laki laki mendapati Luqman sedang
berbicara dengan hikmah.
Ia pun terheran heran dan bertanya, "Bukankan
anda adalah penggembala kambing?"
Luqman menyahut, "Benar."
"Lalu, bagaimana anda bisa mendapat derajat seperti itu?" tanyanya.
Ternyata Luqman memberikan jawaban yang cukup mengherankan, "Demikian ini
aku peroleh adalah dengan selalu besikap jujur dalam berbicara, menunaikan
amanat yang aku emban dan menghindari hal hal yang tidak berguna."
Postur Luqman adalah sosok laki laki yang berkulit hitam dan
berbibir tebal. Bila beliau memergoki seseorang yang memandanginya, beliau akan
berkata, "Jika engkau melihatku orang yang berbibir tebal, tapi yang
mengalir dari bibir ini adalah perkataan yang lembut. Dan jika engkau melihatku
berkulit hitam, tapi hatiku seputih kapas. Sebenarnya Alloh telah menyodorkan satu di antara dua
pilihan kepada Luqman. Menjadi khalifah di bumi (nabi) atau mendapatkan hikmah.
Dan ternyata Luqman lebih memilih diberi hikmah. Pada saat beliau tertidur di
tengah hari, tiba tiba ada suara memanggilnya, "Wahai Luqman, bukankah
Alloh telah memperkenankan engkau menjadi khalifah di bumi ? Sehingga engkau
bisa menegakkan hukum dengan haq ?" Luqman menjawab, "Bila Alloh
memberikan pilihan kepadaku, maka aku akan memilih selamat dan dijauhkan dari
cobaan. Dan bila Alloh menegaskan pada hanya satu pilihan, maka aku hanya akan
patuh dan taat. Karena aku yakin Alloh akan memberikan pertolongan
kepadaku." Kemudian suara malaikat tadi bertanya lagi, "Wahai Luqman,
bukankah engkau diperkenankan untuk mendapatkan hikmat ?" Dengan indah
beliau menjawab' "Sesungguhnya seorang hakim itu berada pada posisi yang
sangat berat dan yang paling keruh. Ia akan dikelilingi orang orang teraniaya
dari segala penjuru. Bila ia bersikap adil, ia akan selamat.
Sebaliknya bila ia
melakukan kekeliruan, berarti ia akan tersesat jalan menuju surga. Seseorang
yang menjadi hina di dunia akan lebih baik daripada menjadi orang mulia. Barang
siapa yang memilih dunia dari pada akhirat, ia akan dicampakkan dunia dan tak
dapat memperoleh akhirat." Malaikat tercengang kagum mendengar jawaban
yang disampaikan Luqman. Kemudian Alloh memerintahkan untuk memberinya hikmat."Hikmat" adalah pemahaman yang mendalam dalam
bidang agama, kecerdasan akal dan kebenaran dalam ucapan.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ
وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ
عَظِيمٌ ( لقمان 13)
Arinya:
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di
waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu
mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar
kezaliman yang besar."
Luqman adalah seseorang yang paling sayang dan cinta kepada
anak anaknya. Maka sepantasnya beliaupun ingin memberikan hal yang terbaik
untuk mereka. Karena itulah yang mula mula dinasihatkan kepada anaknya adalah
menghindarkan diri dari mempersekutukan Alloh dengan apapun. Mempersekutukan
Alloh adalah bentuk kazaliman. Sebab mempersamakan Dzat yang berhak disembah
dengan yang tidak berhak berarti meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.
Sewaktu turun ayat 82 surat Al An'am:
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا
إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُوْنَ
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman
mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat
keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."
Para sahabat menjadi gundah gulana. Mereka bertanya tanya
siapa di antara mereka yang tidak mencampur adukkan keimanannya dengan
kezaliman. Kemudian Rosululloh menjelaskan, "Sesungguhnya tidak demikian.
Tidakkah kalian ingat nasihat Luqman kepada anaknya: Wahai anakku, janganlah
kamu mempersekutukan Alloh. Sesungguhnya perbuatan syirik adalah bentuk
kezaliman yang besar."
Selanjutnya Alloh memperkokoh nasihat Luqman tadi dalam
ayat:
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ
بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ
أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى
أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا
فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ
مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15)
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada
dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan
kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya
memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu
tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya
di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian
hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan"
Kepatuhan dan berbuat yang terbaik kepada kedua orang tua
adalah suatu perintah Alloh. Terlebih lagi terhadap ibunya. Sebab berbulan
bulan lamanya beliau mngandung anaknya dengan menanggung segenap penderitaan. Setelah itu, siang malam selalu disibukkan dengan menyusui, merawat, menjaga
dan mengasuhnya dengan penuh kecintaan. Hingga tiba waktunya untuk menyapihnya
setelah ia genap berumur dua tahun. Karena itu lah sudah sepantasnya beliau
lebih berhak untuk kita hormati dan kita muliakan.
Akan tetapi, kepatuhan ini tidak bersifat mutlak. Ini hanya
berlaku untuk selain perintah melakukan pelanggaran pelanggaran syari'at dan
mengabaikan ketentuan ketentuan syara'. Termasuk di dalamnya perintah kedua
orang tua kepada anaknya untuk mempersekutukan Alloh. Tidak sekalipun seorang
anak diperkenankan tunduk dan patuh pada perintah orang tuannya untuk berbuat
syirik.
Ayat ini diturunkan pada waktu Sa'ad bin Malik masuk Islam.
Ibunya yang tahu bahwa anaknya telah masuk Islam, bersumpah untuk melakukan
aksi mogok makan dan minum hingga Sa'ad mau keluar lagi dari Islam. Walau toh
ibunya telah berbuat begitu kepadanya, ia tetap bersikap baik kepada ibunya dan
membujuknya untuk makan. Hingga pada hari ke tiga dan ibunya tetap tidak mau
makan, Sa'ad berkata, "Wahai bunda, walaupun engkau memiliki seratus nyawa
sekalipun, tidak akan pernah aku meninggalkan agamaku ini." Ketika ibunya
tahu bahwa anaknya tidak akan goyah imannya, maka ia pun menghentikan aksinya
dan mau makan.
Dalam ayat ini pula Alloh memerintahkan manusia untuk
bersyukur kepada Nya dan berterima kasih kepada kedua orang tuanya. Kata Sufyan
bin 'Uyainah: "Barang siapa telah melakukan sholat lima waktu, berarti ia
telah bersyukur kepada Alloh. Dan barang siapa telah mendo'akan kedua orang
tuanya setelah sholat lima waktu, berarti ia telah bersyukur kepada kedua orang
tuanya."
Ketika anaknya bertanya kepada Luqman, "Wahai abah,
apabila aku telah melakukan satu kesalahan yang tidak pernah bisa dilihat oleh
siapapun, bagaimana Alloh bisa mengetahuinya ?" Beliau menjawabnya dengan
sebuah nasihat yang tertuang dalam ayat:
يَابُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ
مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَوَاتِ
أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (16)
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada
(sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit
atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya).
Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
Nasihat ini adalah petuah terakhir beliau yang disampaikan
kepada anaknya. Sebab petuah ini sangat begitu membekas di hati anaknya.
Sehingga karena rasa takutnya yang begitu mendalam, empedunya pecah kemudian
meninggal dunia.
يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ
بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ
ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17) وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا
تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
(18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ
لَصَوْتُ الْحَمِير (19)
"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)
mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan
bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu
termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan
mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi
dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah
suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."
Di samping sholat yang menjadi tugas ritual kita, amar
ma'ruf nahi munkar yang memang semestinya menjadi garapan kaum muslimin,
sebagaimana dinasiahatkan Luqman, sudah semestinya kita menghiasi diri kita
dengan perilaku dan budi pekerti yang baik. Kita mesti lebih banyak berlatih
untuk berlaku sabar dalam melaksanakan perintah perintah Alloh, dalam menahan
diri dari melakukan larangan larangan Alloh. Juga bersabar dalam mengahadapi
segala bentuk bencana dan cobaan yang menimpa diri kita.
Berusaha menghindarkan diri kita sejauh jauhnya dari sifat
sombong dan membanggakan diri sendiri. Bersikap tenang dalam berjalan dan tidak
menampakkan keangkuhan. Lemah lembut dalam bicara dengan suara sedang.
Menurut pendapat Wahb, Luqman telah membicarakan sebanyak
dua belas ribu hal dengan hikmah. Di antaranya: " Wahai ananda,
- Jadikanlah taqwa sebagai harta dagangmu, tentu engkau akan beruntung besar.
- Jangan engkau menjadi orang yang lebih lemah dari pada ayam jago. Ia akan bersuara di waktu waktu sahur sementara kamu masih merasa hangat di balik selimutmu.
- Jangan kau tunda taubatmu, karena kematian akan mendatangimu dengan tiba tiba.
- Kamu tidak akan pernah menyesal untuk bersikap diam dalam hal hal yang tidak berguna. Sebab bila berbicara itu adalah perak, maka bersikap diam adalah emas.
- Pergaulilah para ulama' dan dengarkanlah kata kata hukama'. Karena Alloh menyuburkan bumi dengan tetesan air hujan. Siapa yang bohong berarti telah sirna air mukanya. Dan siapa yang berbudi pekerti buruk ia akan banyak merasakan kesusahan. Memindah batu besar dari tempatnya akan lebih gampang dari pada memahamkan orang yang tidak faham.
- Jangan kamu mempelajari sesuatu yang belum kamu ketahui sehingga kamu telah mengamalkan apa yang kamu ketahui.
- Dunia adalah lautan yang sangat dalam. Sudah banyak orang yang tenggelam di dalamnya. Karena itu jadikanlan taqwa sebagai perahumu untuk mengarunginya. Isinya adalah keimanan dan layarnya adalah tawakal kepada Alloh. Barangkali saja kamu akan selamat.
- Berharaplah kepada Alloh dengan pengharapan yang tidak menjadikanmu berani berbuat maksiat. Takutlah kepada Alloh dengan rasa takut yang tidak menjadikanmu merasa putus asa dari rohmat Alloh.
- Menjauhlah dari berhutang. Karena ia akan membuatmu terhina di siang hari dan merasa susah di malam hari.
- Ketika engkau telah terlahir ke dunia, berarti dunia telah membelakangimu dan akhirat telah menghadangmu. Rumah yang kamu tuju dalam perjalanan ini lebih dekat dari pada ruamah yang telah kamu tinggalkan.
Budi pekerti dan akhlak mulia bukanlah sekedar adat yang
mesti kita lakoni. Tapi ia adalah sebuah pranata dan tatanan, yang mau tidak mau,
harus kita terapkan dalam berbagai corak kehidupan.Apa pun keberadaan kita, bagaimana pun posisi kita, nilai
yang mesti kita tonjolkan adalah akhlaqul karimah. Seperti yang telah
dicontohkan Luqman lewat pribadinya atau pun nasihat nasihat untuk anaknya.
Dari ilustrasi dan profil beliau yang begitu monumental,
sebenarnya tersimpan sebuah rahasia kepribadian insan yang berkualitas kamil.
Ketika beliau mendapatkan anugerah untuk menentukan pilihan antara dua
kemuliaan, mendapatkan derajat kenabian dan mendapat hikmah, ternyata beliau
lebih memilih hikmah bukan kenabian. Bukan karena derajat itu lebih tinggi,
akan tetapi semua itu semata-mata atas kearifan beliau mengkoreksi dirinya
terlalu berat menyandang gelar kenabian. Beliau mengkhawatirkan dirinya merasa
tidak mampu mengembannya dengan baik. Begitulah sosok Luqman sang pujangga hikmah, dari bibir
tebal meluncur kalam-kalam pelipur hati yang bebal, dan dari si kulit hitam
bertebaranlah berjuta makna kehidupan penerang hati yang kelam. Semoga kita
diberikan hikmah-hikmahnya, amin.
DONASI VIA DANA
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts
Newer Posts
Older Posts
Older Posts
Admin
Comments