Kumpulan Kisah Robia'ah Al-Adawiyah

Siapa yang tidak kenal dengan Robi'ah Al-Adawiyah , seorang wali Allah yang terkenal karomahnya. Beliu adalah seorang wanita yang ahli beribadah kepada Allah. Tak sedikit kisah-kisah yang menceritakan tentang karomah beliau. Seperti beberapa kisah dibawah ini.




4 Pertanyaan Robi'ah Yang Sangat Sulit
           Diceritakan, ketika suami waliyyullah, Rabi'ah al-Bashriyyah (al-'Adawiyyah) ra. meninggal, Hasan al-Bashri (salah seorang pembesar tabi'in) dan teman-temannya minta izin kepadanya untuk berkunjung menemuinya. Rabi'ah mengizinkan mereka masuk. Kemudian ia menjuraikan kain penutup dan duduk di belakang kain penutup tersebut.
            Hasan al-Bashri dan teman-temannya berkata: "Suamimu telah meninggal, maka pilihlah yang kamu suka di antara orang-orang yang ahli zuhud ini."
Rabi'ah menjawab: "Baiklah, dengan senang hati dan penuh hormat. Siapa di antara kalian yang paling alim, dialah yang akan menjadi calon suamiku."
"Hasan al-Bashri", mereka menjawab serentak.
Kepada Hasan al-Bashri, Rabi'ah berkata: "Jika kamu dapat menjawab empat pertanyaan ini, maka saya siap menjadi istrimu."
"Silakan bertanya, jika Allah memberi taufik, maka akan saya jawab."
Tahukah kamu, nasibku di kemudian hari seandainya aku mati, apakah aku meninggalkan dunia ini dalam keadaan muslim atau kafir?"
"Ini adalah perkara gaib, manusia tidak mungkin mengetahuinya", jawab Hasan.
           Tahukah kamu, seandainya aku sudah diletakkan dalam kubur, lalu aku ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir, apakah aku dapat menjawabnya atau tidak?"
"Ini juga merupakan perkara yang gaib."
          "Ketika manusia dikumpulkan di padang mahsyar pada hari Kiamat, maka kitab-kitab catatan amal perbuatan mereka yang dicatat oleh malaikat Hafazhah (penjaga) diterbangkan oleh angin dari tempat penyimpanannya di bawah 'Arasy atas perintah alah SWT. dan kitab-kitab tersebut menempel pada leher pemiliknya kemudian diambil oleh malaikat untuk diberikan pada pemiliknya. Di antara mereka ada yang diberikan kitab catatan amal perbuatannya dengan tangan kanan dari hadapannya, dialah mukmin yang taat. Sementara yang lain ada juga yang diberikan kitabnya dengan tangan kirinya dari belakang punggungnya, dialah orang kafir. Apakah aku akan menerima kitab catatan amalku dengan tangan kananku atau dengan tangan kiriku?"
"Ini juga merupakan perkara gaib."
            Jika pada hari Kiamat suatu kelompok dipanggil ke surga dan kelompok lainnya ke neraka, maka apakah aku termasuk ahli surga atau ahli neraka?"
"Ini juga merupakan perkara gaib."
            Terakhir Rabi'ah menutup dengan sebuah pertanyaan: "Apakah orang yang memperhatikan keempat perkara ini masih sempat memikirkan pendamping?"
             Para pembaca yang budiman, perhatikanlah wanita yang ahli ibadah dan zuhud ini, bagaimana ia mengkhawatirkan akhir hayatnya. Rasa khawatir ini timbul karena kejernihan (kesucian) hatinya dari segala kotoran di hatinya dan meresapnya ilmu yang disertai dengan amal perbuatan.

Kisah Rabi'ah Bersama Suaminya
           Diriwayatkan dari sebagian orang saleh bahwa Rabi'ah al-'Adawiyyah memiliki beberapa ahwâl. Suatu ketika dia diliputi rasa cinta, di lain waktu dia diliputi rasa tenang dan di lain waktu dia diliputi rasa takut.
             Suatu ketika suaminya pernah menceritakan bahwa pada suatu hari aku sedang duduk sambil menikmati hidangan dan ia pun duduk di sisiku, akan tetapi ia duduk sambil mengingat-ingat peristiwa menakutkan yang terjadi pada hari Kiamat lalu aku berkata kepadanya:
"Sudahlah, biarkan kita menyantap hidangan ini."
Ia menanggapi: "Saya dan tuan bukanlah termasuk orangutang principle tersedak makanan gara-gara mengingat Hari Akhir.
Di lain waktu ia pernah berkata: "Demi Allah, aku tidak mencintaimu seperti halnya seorang istri mencintai suaminya, melainkan cintaku ini hanya sebatas cinta seseorang kepada temannya. "Ketika ia memasak makanan, ia berkata kepadaku: "Wahai suamiku, silakan menyantap hidangan ini, aku tidak ikut bersamamu menikmati hidangan ini karena tubuhku merasa sehat dengan membaca tasbih."
Ia sering berkata kepadaku: "Pergilah wahai suamiku, menikahlah dengan wanita lain."
            Kemudian aku menikah dengan tiga orang wanita sekaligus. Suatu saat ia pernah menghidangkan sepotong daging kepadaku seraya berkata:
"Pergilah ke keluargamu (istri-istrimu yang lain) dengan kekuatanmu yang penuh."
Kadang-kadang jin mengunjunginya kapan saja ia mau. Di samping itu ia memiliki karamah yang banyak hingga wafat.

Kisah Rabi'ah Dengan Pencuri
             Ada kisah menarik seputar Rabi'ah, yakni kisah tentang seorang pencuri yang pernah memasuki rumah Rabi'ah ketika ia sedang tidur. Pencuri itu mengumpulkan barang-barang yang ada di rumah. Ketika hendak keluar, tiba-tiba pintu itu tidak tampak oleh si pencuri. Lalu pencuri itu duduk sambil menunggu di depan pintu yang tidak tampak tersebut, kemudian ia mendengar suara (tanpa sosok) berkata :
"Letakkan pakaian itu dan keluarlah dari pintu ini."
            Pencuri itu lalu meletakkan pakaiannya dan tampaklah pintu keluar. Tetapi spontan pencuri itu kembali mengambil pakaian, namun tiba-tiba pintu itu hilang kembali. Lalu ia meletakkan kembali pakaian tersebut dan pintu itu pun tampak kembali. Peristiwa itu terjadi tiga kali berturut-turut bahkan lebih. Lalu suara itu pun berkata:
"Jika Rabi'ah terlelap tidur, maka ketahuilah bahwa Kekasihnya tidak pernah tidur. Rasa kantuk dan tidur tidak pernah menghinggapi-Nya."
          Akhirnya, pencuri itu meletakkan pakaian dan cepat-cepat keluar dari pintu tersebut. Itulah tadi beberapa kisah Rabi'ah Al-Adawiyah. Semoga bermanfa'at dan dapat menjadi pelajaran untuk kita. Wallaua'lam Bisshowab
DONASI VIA DANA Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts

Comments

Post a Comment