Kisah Kesabaran Nabi Ayyub as | Manusia Biasa Tak Akan Mampu
Tak banyak orang yang ingin mengetahui kisah-kisah nabi dan rasul yang telah lalu, Karena beranggapan kisah tersebut tidaklah penting. Padahal, nyatanya disetiap kisah nabi dan rasul dapat kita petik hikmah dan pelajaran untuk bekal hidup kita menggapai ridho Allah Swt. Berikut kisah tentang kesabaran Nabi Ayub dalam menghadapi ujian dari Allah.
Dikisahkan bahwa Allah memberikan ujian kepada Nabi Ayyub as dengan empat hal: kehilangan harta benda, ditinggal mati oleh anaknya, tercabik-cabik tubuhnya dan di jauhi oleh semua orang kecuali oleh istrinya.
Ia memiliki berbagai macam harta: unta, sapi, kambing, gajah dan keledai. Ia juga memiliki 500 pasang sapi yang di gembalakan 500 budak. Setiap budak memiliki istri, anak dan harta. Dan ada tiga kelompok orang yang berusia antara 30-50 tahun yang telah beriman kepadanya.
Ketika itu, iblis dapat mengetahui segala sesuatu yang terjadi di langit tanpa halangan suatu apapun. Ia dapat pergi ke langit kapan saja ia mau. Pada suatu ketika ia mendengar para malaikat sedang memohonkan ampun bagi Nabi Ayyub as, lalu ia memohon kepada Alloh:
"Wahai Tuhanku! Aku melihat hamba-Mu Ayyub, senantiasa bersyukur dan memuji-Mu. Seandainya engkau memberikan cobaan kepadanya, niscaya ia akan berhenti untuk bersyukur dan patuh pada-Mu"
Alloh menjawab" "Pergilah! Aku izinkan kamu untuk menghancurkan keluarganya".
Lalu Iblispun pergi (meninggalkan langit) dan segera mengumpulkan setan dan jin ifrit seraya berkata:"Aku telah di izinkan Tuhan untuk menghancurkan harta Nabi Ayyub "Lalu ia berkata kepada ifrit: "Datangilah unta-unta Ayyub dan pengembalanya lalu bakarlah" Setelah itu Iblis menemui Ayyub, ternyata sedang mendirikan salat. Lalu ia ia berkata kepadanya: "Api telah membakar untamu dan para pengembalanya" Peristiwa yang sama juga menimpa kambing dan pengembalanya. Lalu iblis mendatanginya dan berkata: "Angin telah merobohkan tanamanmu".
Walaupun demikian Nabi Ayyub as tetap memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya. Lantas Iblispun datang menghampiri anak Nabi Ayyub, lalu ia menggoyang dan menjungkirbalikkan bangunannya, sehingga mereka mati semua. Lalu Iblis mendatangi nabi Ayyub dan memberitahukan kematian anaknya. Nabi Ayyub beristighfar.
Kemudian Iblis berkata:"Wahai Tuhanku ! Berilah izin kepadaku untuk menghancurkan tubuhnya". Allah menjawab: " Aq telah mengizinkanmu untuk menghancurkan seluruh tubuhnya kecuali hati, lidah dan akalnya".Lalu iblis mendatangi Nabi Ayyub as yang ketika itu sedang bersujud. Iblis mendatangi Nabi Ayyub dari arah depan dan meniup kedua lubang hidungnya dengan tiupan yang menyebabkan tubuhnya menjadi panas, sehingga ia menggaruk-garukkan dengan kuku-kukunya. Ia terus menggaruk dan menggosokkannya dengan kain kasar, batu, serta tembikar, sampai tubuhnya tercabik-cabik dan membusuk.
Setelah itu, penduduk mengungsikan dan menempatkannya di tempat sampah dengan mendirikan tempat berteduh baginya. Semua penduduk menjauhi Nabi Ayyub as kecuali Rohmah yang selalu setia melayani segala kebutuhannya dan membawakan makanan untuknya. Nabi Ayyub pun dijahui oleh orang-orang yang beriman, namun mereka tidak sampai meninggalkan agamanya.
Iblis yang hampir putus asa untuk menggoda Nabi Ayyub, Tiba-tiba mendapatkan ide baru untuk menggoda Rohmah istrinya Nabi Ayyub as. Rohmah pun tergoda oleh bisikan iblis tersebut dan mendatangi Nabi Ayyub as sembari berkata kepadanya: "Kenapa engkau tidak menangis ketika melihat anakmu mati, hartamu terbakar. Padahal kamu bisa meminta kepada tuhanmu untuk mengembalikan seluruh harta dan anak-anakmu, kenapa engkau tidak melakukannya?" Nabi Ayyubpun menjawab :" Berapa lama kita hidup dengan kenikmatan Rohmah?" "8 tahun" jawab Rohmah " Berapa lama kita hidup dalam kesusahan rohmah?" " 7 tahun" jawab rohmah " Aku malu meminta kepada tuhanku karena nikmatnya lebih banyak diberikan kepadaku, kamu berkata seperti itu karena kamu sedang diselimuti iblis, andai aku sehat aku pukul kau 100 kali, pergilah kamu dari sini, aku sudah tidak memberatkan apapun kepadamu." Kata Nabi Ayyub as kepada istrinya
Nabi Ayyubpun kini menjalani ujian itu sendiri sebab di tinggal sang istri, kemudian drirnyapun meminta kepada Allah untuk disembuhkan dari penyakit yang dideritanya. Akhirnya Allah mengabulkan permintaan Nabi Ayyub as. Nabi Ayyub pun kembali sehat. Tak lama Istrinya datang dengan menutupi kepalanya dan membawa makanan. Nabi ayyub bertanya kepada istrinya :"Darimana kau dapatkan uang untuk membeli makanan ini?" Tiba-tiba Nabi Ayyub teringat akan janjinya untuk memukul istrinya 100 kali disaat dirinya sembuh. Nabi ayyub pun mengumpulkan lidi sebanyak 100 biji kemudian memukulkannya kepada istrinya.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Nabi Ayyub adalah Allah tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya, dan kita sebagai hamba patut untuk mencontoh kesabaran Nabi Ayyub dalam menghadapi ujian-ujian yang datang dari Allah Swt. Semoga bermanfa'at, jika ada yang salah mohon diingatkan. Wallahua'lam Bisshowab.
Dikisahkan bahwa Allah memberikan ujian kepada Nabi Ayyub as dengan empat hal: kehilangan harta benda, ditinggal mati oleh anaknya, tercabik-cabik tubuhnya dan di jauhi oleh semua orang kecuali oleh istrinya.
Ia memiliki berbagai macam harta: unta, sapi, kambing, gajah dan keledai. Ia juga memiliki 500 pasang sapi yang di gembalakan 500 budak. Setiap budak memiliki istri, anak dan harta. Dan ada tiga kelompok orang yang berusia antara 30-50 tahun yang telah beriman kepadanya.
Ketika itu, iblis dapat mengetahui segala sesuatu yang terjadi di langit tanpa halangan suatu apapun. Ia dapat pergi ke langit kapan saja ia mau. Pada suatu ketika ia mendengar para malaikat sedang memohonkan ampun bagi Nabi Ayyub as, lalu ia memohon kepada Alloh:
"Wahai Tuhanku! Aku melihat hamba-Mu Ayyub, senantiasa bersyukur dan memuji-Mu. Seandainya engkau memberikan cobaan kepadanya, niscaya ia akan berhenti untuk bersyukur dan patuh pada-Mu"
Alloh menjawab" "Pergilah! Aku izinkan kamu untuk menghancurkan keluarganya".
Lalu Iblispun pergi (meninggalkan langit) dan segera mengumpulkan setan dan jin ifrit seraya berkata:"Aku telah di izinkan Tuhan untuk menghancurkan harta Nabi Ayyub "Lalu ia berkata kepada ifrit: "Datangilah unta-unta Ayyub dan pengembalanya lalu bakarlah" Setelah itu Iblis menemui Ayyub, ternyata sedang mendirikan salat. Lalu ia ia berkata kepadanya: "Api telah membakar untamu dan para pengembalanya" Peristiwa yang sama juga menimpa kambing dan pengembalanya. Lalu iblis mendatanginya dan berkata: "Angin telah merobohkan tanamanmu".
Walaupun demikian Nabi Ayyub as tetap memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya. Lantas Iblispun datang menghampiri anak Nabi Ayyub, lalu ia menggoyang dan menjungkirbalikkan bangunannya, sehingga mereka mati semua. Lalu Iblis mendatangi nabi Ayyub dan memberitahukan kematian anaknya. Nabi Ayyub beristighfar.
Kemudian Iblis berkata:"Wahai Tuhanku ! Berilah izin kepadaku untuk menghancurkan tubuhnya". Allah menjawab: " Aq telah mengizinkanmu untuk menghancurkan seluruh tubuhnya kecuali hati, lidah dan akalnya".Lalu iblis mendatangi Nabi Ayyub as yang ketika itu sedang bersujud. Iblis mendatangi Nabi Ayyub dari arah depan dan meniup kedua lubang hidungnya dengan tiupan yang menyebabkan tubuhnya menjadi panas, sehingga ia menggaruk-garukkan dengan kuku-kukunya. Ia terus menggaruk dan menggosokkannya dengan kain kasar, batu, serta tembikar, sampai tubuhnya tercabik-cabik dan membusuk.
Setelah itu, penduduk mengungsikan dan menempatkannya di tempat sampah dengan mendirikan tempat berteduh baginya. Semua penduduk menjauhi Nabi Ayyub as kecuali Rohmah yang selalu setia melayani segala kebutuhannya dan membawakan makanan untuknya. Nabi Ayyub pun dijahui oleh orang-orang yang beriman, namun mereka tidak sampai meninggalkan agamanya.
Iblis yang hampir putus asa untuk menggoda Nabi Ayyub, Tiba-tiba mendapatkan ide baru untuk menggoda Rohmah istrinya Nabi Ayyub as. Rohmah pun tergoda oleh bisikan iblis tersebut dan mendatangi Nabi Ayyub as sembari berkata kepadanya: "Kenapa engkau tidak menangis ketika melihat anakmu mati, hartamu terbakar. Padahal kamu bisa meminta kepada tuhanmu untuk mengembalikan seluruh harta dan anak-anakmu, kenapa engkau tidak melakukannya?" Nabi Ayyubpun menjawab :" Berapa lama kita hidup dengan kenikmatan Rohmah?" "8 tahun" jawab Rohmah " Berapa lama kita hidup dalam kesusahan rohmah?" " 7 tahun" jawab rohmah " Aku malu meminta kepada tuhanku karena nikmatnya lebih banyak diberikan kepadaku, kamu berkata seperti itu karena kamu sedang diselimuti iblis, andai aku sehat aku pukul kau 100 kali, pergilah kamu dari sini, aku sudah tidak memberatkan apapun kepadamu." Kata Nabi Ayyub as kepada istrinya
Nabi Ayyubpun kini menjalani ujian itu sendiri sebab di tinggal sang istri, kemudian drirnyapun meminta kepada Allah untuk disembuhkan dari penyakit yang dideritanya. Akhirnya Allah mengabulkan permintaan Nabi Ayyub as. Nabi Ayyub pun kembali sehat. Tak lama Istrinya datang dengan menutupi kepalanya dan membawa makanan. Nabi ayyub bertanya kepada istrinya :"Darimana kau dapatkan uang untuk membeli makanan ini?" Tiba-tiba Nabi Ayyub teringat akan janjinya untuk memukul istrinya 100 kali disaat dirinya sembuh. Nabi ayyub pun mengumpulkan lidi sebanyak 100 biji kemudian memukulkannya kepada istrinya.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Nabi Ayyub adalah Allah tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya, dan kita sebagai hamba patut untuk mencontoh kesabaran Nabi Ayyub dalam menghadapi ujian-ujian yang datang dari Allah Swt. Semoga bermanfa'at, jika ada yang salah mohon diingatkan. Wallahua'lam Bisshowab.
DONASI VIA DANA
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts
Newer Posts
Older Posts
Older Posts
Admin
Comments