Apa Itu Takhrij Hadis ??? Berikut Penjelasannya Lengkap
Bagi orang yang sedang belajar mendalami ilmu hadis pasti tidak asing dengan kata takhrij hadis. Takhrij hadis di dalam ilmu hadis itu penting, karena sebagai salah satu jalan untuk mengetahui benar tidaknya hadis tersebut. Oleh sebab itu bagi yang sedang mempelajari ilmu hadis wajib hukumnya untuk mengetahui apa itu takhrij hadis.
Kata Takhrij berasal dari bahasa arab yaitu خرج يخرج خروجا yang mendapat tambahan tasydid pada 'ain fiil menjadi خرّج يخرّج تخريجا yang artinya mengeluarkan, menampakkan, menyebutkan. Sedangkan menurut istilah adalah penyebutan seorang penyusun bahwa hadis itu dengan sanadnya terdapat dalam kitabnya. Maka, jika kita melihat dari pengertian diatas dapat kita ketahui bahwa takhrij hadis erat hubungannya dengan penelitian hadis.
Tujuan Takhrij Hadis
- Mengetahui tentang hadis tersebut apakah benar suatu hadis yang akan diteliti terdapat pada buku-buku hadis atau tidak
- Mengetahui sumber suatu hadis dari buku hadis apa saja yang didapatakan.
- Mengetahui ada berapa tempat hadis tersebut dengan sanad yang berbeda pada sebua buku hadis atau dalam beberapa buku induk hadis.
- mengetahui kualitas hadis.
Faedah dan Manfaat Takhrij Hadis
- Mengetahui referensi beberapa buku hadis
- mengumpulkan sejumlah sanad hadis
- Mengetahui keadaan sanad yang bersambung (muttashil) dan yang terputus (munqathi'), dan mengetahui kemampuan perawi dalam mengingat hadis serta kejujuran dam periwayatannya.
- Mengetahui setatus suatu hadis.
- meningkatkan suatu hadis yang dha'if menjadi hasan li ghoiri karena, adanya dukungan sanad lain yang seimbag atau lebih tinggi kualitasnya.
- Mengetahui bagaimana para imam hadis menilai kualitas suatu hadis dan bagaimana kritikan yang disampaikan.
- Seseorang yang melakukan takhrij dapat mengumpulkan beberapa sanad dan matan suatu hadis.
Metode Takhrij Hadis
Ada 5 metode dalam takhrij hadis :
- Takhrij dengan kata maksudnya penelusuran hadis melalui lafal atau kata matan hadis, baik dari permulaan, pertengahan, atau akhiran. Kata yang dicari merupakan kata benda (kalimat isim ) atau kata kerja (kalimat fi'il) bukan kata sambung ( kalimat huruf ). Kata tersebut diambil dari salah satu teks hadis manapun. Kemudian mencari akar kata dalam bahasa arab yang terdiri dari 3 huruf. Seperti contoh : kata مجلس , maka harus dicari asal katanya yaitu جلس, setelah itu baru dicari di kamus hadis pada bab ج bukan bab م. Oleh karena itu, untuk takhrij menggunakan kata maka kita membutuhkan kamus hadis seperti Al-Mu'jam Al-Mufahras Li Alfazh Al-Hadits An-Nabawi.
- Takhrij dengan Tema, untuk takhrij dengan tema seorang peneliti harus mengetahui tentang tema hadis tersebut dahulu seperti, Al-Khatam, Al-Ghusl, Al-Khadim, dan lain-lain. Setelah itu baru mencari hadis terssebut pada kamus hadis tematik seperti contoh Miftah min Kunuz As-Sunnah. Seperti contoh hadis yang berbunyi صلاة الليل مثنى مثنى , Maka, dapat kita ketahui bahwa hadis tersebut bertema sholat al-layl. Kemudian silahkan mencari pada kamus tersebut pada bab al-layl tentang shalat malam.
- Takhrij dengan Permulaan Matan, untuk takhrij menggunakan permulaan matan dari segi hurufnya, misalnya huruf mim maka dicari pada bab mim, jika permulaannya huruf shad maka dicari pada bab shad, begitu seterusnya. Takhrij menggunakan permulaan matan kita dapat menggunakan kitab Al-Jami' As-Shaghir atau Al-Jami' Al-Kabir.
- Takhrij dengan perawi yang paling atas, Takhrij ini menelusuri hadis melalui perawi yang paling atas dalam sanad hadis. Yaitu kalangan sahabat atau tabi'in. Jadi, peneliti harus mengetahui sanad hadis tersebut dari sahabat atau tabi'in. Kemudian dicari dalam buku hadis musnad atau Al-Athraf. Diantara musnad yang dapat untuk digunakan salah satunya yaitu musnad imam ahmad bin Hambal.
- Takhrij dengan Sifat, diatas sudah banyak sekali tentang metode takhrij, tinggal memilih mana yang tepat untuk digunakannya sesuai dengan kondisi orang tersebut. Jika, suatu hadis sudah diketahui sifatnya misalnya, sahih, maudhu', mursal dan lain-lain. Maka, sebaiknya di takhrij menggunakan kitab-kitab yang telah menghimpun sifat-sifat tersebut. Contohnya, Hadist Maudhu', akan lebih mudah untuk di takhrij melalui buku kumpulan hadis maudhu' seperti al-Maudu'at karya ibnu Al-Jauzi.
DONASI VIA DANA
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts
Newer Posts
Older Posts
Older Posts
Admin
Comments