Kenapa Hizbuttahrir (HTI) Dilarang ??? Ini Alasannya

Mungkin bagi banyak orang sudah mengenal tentang hizbuttahrir. Namun tak banyak orang tau kenapa hizbuttahrir dilarang. Banyak yang bertanya tentang alasan kenapa hizbuttahrir dilarang? )berikut beberapa alasan yang menjadikan hizbuttahrir dilarang.

Tentang Hizbuttahrir (HTI)

Meraka adalah pengikut Taqiyuddin an-Nabhani Palestina, wafat 1400. Di antara kesalahan Hizbuttahrir dan bukti menyempalnya kelompok ini dari mayoritas umat Islam adalah pernyataan mereka bahwa orang yang meninggal dengan tanpa membaiat seorang khalifah, maka matinya adalah mati jahiliyyah. 

Artinya menurut mereka matinya orang tersebut laksana matinya orang-orang penyembah berhala. Berarti menurut mereka dalam kurun waktu seratus tahun terakhir, seluruh orang muslim yang meninggal, matinya dalam keadaan mati jahiliyyah. Sebab sejak saat itu dunia Islam vakum Dari khalifah. Terlebih khilafah Islamiyyah tertinggi yang mengurus seluruh keperluan umat Islam telah terputus sejak lama. 

Umat Islam pada masa sekarang tidak mengangkat khalifah, sesungguhnya mereka mempunyai udzur (alasan yang diterima). Yang dimaksud dengan umat Islam di sini adalah rakyat, mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mendirikan khilafah dan atau untuk mengangkat seorang khalifah. Lantas berdosakah mereka jika memang tidak mampu? Bukankah Allah ta’ala berfirman:
لا يكلفا لله نفسا إلا وسعها
“Allah ta’ala tidak membebankan terhadap satu jiwa, kecuali apa yang ia sanggup melakukannya”. (Q.S. al Baqarah: 28)

Lebih sesat lagi dari paham Hizbuttahrir; menyatakan bahwa seorang hamba adalah pencipta perbuatan ikhtiyari (perbuatan yang dilakukan atas dasar kemauannya). Menurut mereka yang diciptakan Allah hanya perbuatan manusia yang bersifat idlthirari (perbuatan yang di luar inisistifnya seperti detak jantung, takut, menggigil karena kedinginan dan lain-lain). Dengan pernyataannya ini, Hizbuttahrir telah menyalahi firman Allah ta’ala:
الله خالق كل شىء
“Allah adalah Pencipta segala sesuatu”. (Q.S. az-Zumar: 62)
Segala sesuatu ( شىء ) dalam ayat ini mencakup tubuh manusia dan segala perbuatannya. Mereka juga menyalahi firman Allah:
هل من خالق غير الله 
“Adakah pencipta selain Allah?”.(Q.S. Fathir: 3)

Artinya tidak ada Pencipta atau yang mengadakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada kecuali Allah.
         Ayat-ayat tersebut semuanya menunjukkan bahwa seluruh apa yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah. Segala benda dan sifat-sifatnya seperti gerak, diam, warna, fikiran, rasa sakit, rasa, nikmat, mengerti, lemah dan lain-lain, semuanya tidak lain adalah ciptaan Allah. Manusia hanyalah berbuat (Kasb), tidak menciptakan. Ini adalah paham yang telah menjadi ijma' (kesepakatan) para sahabat dan mayoritas umat Islam hingga kini.

Wallahua'lam Bis Sowab

DONASI VIA DANA Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts

Comments

Post a Comment