Tata Cara Mandi Besar Lengkap Dengan Niat-Niatnya
Mandi secara bahasa adalah mengalirkan air pada sesuatu (baik di badan maupun lainnya) secara mutlak (baik dengan niat atau tidak). Sedang pengertian mandi dalam tinjauan syara’ adalah mengalirkan air pada seluruh anggota badan dengan niat yang khusus (sesuai dengan apa yang menyebabkan orang itu wajib mandi
Adapun niat mandi adalah :
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَـالَى
“Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aalaa“
Artinya : “Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar fardhol lillaahi ta’aala.”
Atau dengan niat :
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَـالَى
“Nawaitul ghusla lirof’il jinaabati fardhol lillaahi ta’aalaa. “
Artinya : “Saya berniat mandi untuk menghilangkan jinabat fardhol lillaahi ta’aala.”
Bisa juga dengan niat :
نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَلْمَفْرُوْضَـةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَـالَى
“Nawaitul ghusla almafruudhoti fardhol lillaahi ta’aalaa“
Artinya : “Saya berniat mandi yang difardhukan fardhol lillaahi ta’aala.”
Fardlunya mandi ada 3 (tiga) :
1. Niat besertaan mengalirkan air pada anggota badan yang pertama kali dibasuh.
2. Menghilangkan najis.
3. Mengalirkan air ke seluruh tubuh, baik kulit maupun rambut.
Catatan :
Hal yang perlu diperhatikan dalam mandi adalah meratakan air pada seluruh anggota tubuh yang nampak dan untuk wanita agar memperhatikan untuk membasuh anggota bagian farji (vagina) yang nampak ketika duduk.
Kesunahaan mandi ada 5 (lima) :
- Membaca basmalah.
- Wudhu`.
- Menggosok badan.
- Muwalah / terus-menerus dalam membasahi / mengguyur aggota badan.
- Mendahulukan anggota kanan.
Hal-hal yang mewajibkan mandi ada 6 (enam) :
- Bersetubuh walaupun tidak sampai keluar mani.
- Keluarnya sperma (mani), baik disengaja ataupun tidak. Seperti bermimpi, onani, melihat gambar porno, mengkhayal, dan lain-lain.
- Mati, kecuali mati syahid / mati dalam medan perang membela agama, bayi lahir premature (lahir sebelum waktunya) dan mayat orang kafir.
- Haidh.
- Nifas.
- Wiladah / melahirkan.
Hal-hal yang diharamkan karena hadats besar ada 5 (lima) :
1. Menyentuh Al-Qur`an / membawa Al-Qur`an.
2. Membaca Al-Qur`an.
3. Sholat.
4. Thowaf.
5. Berdiam diri di dalam masjid.
Catatan :
Bagi perempuan yang haid / nifas selain hal-hal di atas juga diharamkan puasa, lewat di masjid, dan bersetubuh.
f. Mandi yang disunahkan ada 17 (tujuh belas) :
1. Mandi Jum’at.
2. Mandi ‘Idul Fitri.
3. Mandi ‘Idul Adha.
4. Mandi istisqo’.
5. Mandi gerhana bulan.
6. Mandi gerhana matahari.
7. Mandi setelah memandikan mayyit.
8. Mandi setelah masuk Islam.
9. Mandi setelah sembuh dari gila.
10. Mandi setelah sembuh dari epilepsy.
11. Mandi ketika akan ihram.
12. Mandi ketika akan masuk kota Makkah.
13. Mandi ketika menginap di Muzdalifah.
14. Mandi ketika akan melempar Jumrah Shughro.
15. Mandi ketika akan melempar Jumrah Wustho.
16. Mandi ketika akan melempar Jumrah ‘Aqabah.
17. Mandi ketika akan thowaf.
Macam-Macam Niat Mandi
Niatnya mandi besar :
نَوَيْتُ الْغُسْلَ ِلرَفْعِ اْلحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Niatnya mandi haid
نَوَيْتُ الْغُسْلَ ِلرَفْعِ اْلحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا مِنَ اْلحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
Niatnya mandi Wiladah (melahirkan)
نَوَيْتُ الْغُسْلَ ِلرَفْعِ اْلحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا ِمنَ الْوِلَادَةِ عَنْ جَمِيْعِ اْلَبدَنِ ِللهِ تَعَالَى
Niatnya mandi Janabah
نَوَيْتُ الْغُسْلَ ِلرَفْعِ اْلحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ اْلجَنَابَةِ عَنْ جَمِيْعِ اْلَبَدنِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
DONASI VIA DANA
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://syariatislam10.blogspot.com/. Terima kasih.
Newer Posts
Newer Posts
Older Posts
Older Posts
Admin
Comments